Tabel dan Grafik Sifat Torque Converter

Dapat dikatakan bahwa turbin selalu berputar lebih lambat dari pada pump (engine), tetapi torquenya lebih besar daripada torque engine. Kecuali dalam hal-hal tertentu adakalanya turbin berputar lebih cepat dan pump, misalnya sewaktu unit mengalami over speed (pada waktu unit jalan turun/misoperation).

Semakin besar torque ratio, semakin kecil speed rationya, kemudian jika turbin menjadi berhenti karena beban, torque rationya menjadi maksimum, pada keadaan demikian torque converter disebut dalam keadaan stall.

Pada putaran engine 2000 rpm, turbin lebih rendah, selanjutnya akan semakin lambat apabila torque (beban) turbin bertambah. Jika beban berlebihan (overload), turbin akan dipaksa berhenti, sementara engine tetap berputar.

Sebagai contoh apabila unit sedang mendaki atau mendorong beban yang berat, dengan sendirinya putaran turbin turun, menghasilkan kecepatan unit berkurang yang mana sebaliknya menambah gaya dorong unit semakin besar.

Unit-unit yang memakai torque converter, enginenya tidak akan stall walaupun unit mendapat beban berlebihan, tetapi torque converternya yang mengalami stall. Bila keadaan ini dibiarkan terlalu lama, oli torque converter akan menjadi sangat panas (overheat). Dalam hal ini tenaga mekanis engine diubah menjadi energi panas. Tenaga engine yang diserap oleh pump (impeller), tidak seluruhnya dapat dipindahkan ke out put shaft torque converter, karena sebagaian akan berubah menjadi energi panas yang mengakibatkan temperatur olinya panas, sehingga perlu dipasang oli cooler pada sirkulasi olinya.

efisiensi torque converter

Seperti digambarkan pada grafik di atas, semakin rendah putaran turbin semakin besar tenaga engine yang berubah menjadi panas dan tenaga yang dipindahkan ke transmisi semakin berkurang.

Berbeda dengen fluid coupling, pada fluid coupling pump dan turbin speed akan naik atau turun pada kecepatan yang sama (speed ratio konstan). Sebagai contoh seperti tabel di bawah, diasumsikan torque pump 100 Kg.m pada saat putarannya 1000 rpm.

grafik efisiensi

Dari tabel diatas terlihat bahwa semakin tinggi putaran pump, akan semakin besar torque pumpnya atau bisa digambarkan seperti grafik sebagai berikut:

pump torque vs pump speed

Kemampuan fluid coupling digambarkan dengan grafik hubungan antara efficiency (h), torque ratio (t) dan primary torque coeficien (besarnya torque pump ketika berputar 1000 rpm/= tp).

performance fluid coupling

Ketika speed ratio mendekati 1 (satu) kecepatan turbin hampir sama dengan kecepatan pump. Dan tenaga engine hampir tidak ada yang diteruskan melalui fluid coupling, karena primary torque (torque pump) turun mendekati 0 (nol). Karena pump torque selalu sama dengan torque turbin, efficiensi fluid coupling menjadi:

rumus efisiensi fluid coupling

Tetapi pada kesempatan, jika diperhitungkan dengan effisiensi mekanik dan fluid resistance, akan ada tenaga yang hilang sehingga effisiensinya akan lebih rendah dari effisiensi teoritisnya.

grafik efisiensi fluid coupling

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.