Mengenal Penggunaan Convex Scale (Penggaris Gulung) dan Mistar

Convex Scale (Penggaris Gulung)
Mistar type ini berbentuk gulungan sehingga apabila tidak digunakan maka mistar akan tetap tergulung di dalam tempatnya, mistar ini terbuat dari baja tipis yang mempunyai tingkat kelenturan yang tinggi. Mistar type ini biasanya digunakan untuk mengukur ketinggian dan keliling lingkaran suatu benda.

Ruler
Ruler atau mistar adalah alat ukur yang paling sederhana yang digunakan untuk mengukur panjang. Salah satu contoh ruler adalah straight ruler yang terbuat dari bahan stainless steel.

ruller

Straight ruler dengan metric system menggunakan satuan milimeter sedangkan untuk english system menggunakan satuan inch.

  • Cara pembacaan dengan metric system:

pembacaan metric

  1. 10 mm
  2. 33 mm
  3. 57 mm
  4. 113 mm.
  • Pembacaan dengan english system

pembacaan inch

    1. 5/8 inch
    2. 1-7/16 inch.

Hydrometer adalah Alat untuk Mengukur Berat Jenis Cairan

Hydrometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur berat jenis cairan. Ada beberapa jenis hydrometer, antara lain:

  • Hydrometer dengan floating beam

hydrometer

  • Hydrometer dengan pembiasan cahaya

Hydrometer dengan pembiasan cahaya ini disebut juga refractrometer. Cara pemakaiannya, teteskan electrolit pada kaca refractrometer, kemudian baca berapa besarnya berat jenis electrolit tersebut.

refracto meter

Image source: austinhomebrew.com

Berbagai Jenis Punch dan Fungsinya

  • Starting Punch

Starting punch digunakan untuk memukul paku keling (rivet) dan penggerak awal dalam mengeluarkan pin lurus atau pin tirus.

starting punch

  • Pin Punch

Pin punch digunakan untuk mengeluarkan pin setelah digerakkan dengan starting punch, jangan menggunakan pin punch untuk penggerak awal dalam mengeluarkan pin.

pin punch

  • Center Punch

Center punch digunakan untuk memberi tanda pada lokasi lubang yang akan dibor.

center punch

  • Aligning Punch

Aligning punch digunakan untuk menepatkan lubang agar tepat pada pemindahan komponen. Jangan menggunakan aligning punch dengan dipukul seperti center punch.

aligning punch

Mengenal Apa itu Chisel (Alat Pahat) dan Jenisnya

  • Flat Cold Chisel

Flat cold chisel digunakan untuk memotong metal, mematahkan paku keling (rivet) dan untuk membelah nut. Flat cold chisel pada sisi potong sedikit cembung dengan sudut 60o-70o.

  • Cape Chisel

Cape chisel digunakan untuk memotong pasak, groove yang sempit.

cape chisel

  • Round Nose Chisel

Round nose chisel digunakan untuk membuat groove setengah lingkaran dan memotong chip disudut yang beradius.

round nose chisel

  • Diamond Point Chisel

Diamond point chisel digunakan untuk membuat atau memotong V groove dan sudut yang bersegi.

diamond point chisel

Apa itu Jangka Sorong (Vernier Caliper)?

Vernier caliper atau biasa disebut dengan nama jangka sorong adalah alat ukur yang terdiri dari caliper dan skala.

Vernier caliper biasanya digunakan untuk 3 (tiga) pengukuran antara lain:

  • Mengukur diameter luar

Letakkan obyek ke dalam diameter jaws pada vernier caliper, jangan mengukur dengan ujung jaws karena slider akan miring sehingga akan memperbesar hasil pengukuran.

mengukur diameter luar vernier caliper

  • Mengukur diameter dalam

Masukkan bills seluruhnya ke benda yang diukur, pastikan bahwa bills contact dengan permukaan yang diukur dan baca hasil pengukuran.

mengukur diameter dalam vernier caliper

  • Mengukur kedalaman

Dalam mengukur kedalaman, tidak diperbolehkan ujung dari alat ukur miring ujung dari alat harus rata dengan benda kerja.

mengukur kedalaman

Pembacaan hasil pengukuran adalah sebagai berikut:
mengukur diameter luar jangka sorong

  • Dalam gambar terlihat bahwa garis nol slider berada antara 23 dan 24 mm pada main scale, maka dibaca 23 mm
  • Dalam gambar terlihat pula bahwa garis slider dan main scale bertemu diangka 5 pada slider, maka ditambah 0,5 mm
  • Total pengukuran = 23 + 0,5 = 23,5 mm.

Apa itu Pressure Gauge?

Pengertian Pressure Gauge
Yang disebut pressure gauge adalah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan fluida, dapat berupa gas, dapat pula berupa liquid, yang berada dalam tabung yang tertutup.

Dalam dunia alat berat, pressure gauge digunakan untuk mengukur oil pressure, tire air pressure, dan fuel pressure. Satuan pengukuran pada pressure gauge menggunakan psi (pounds per square inch), kpa (kilo pascal) kg/cm, psf (pound per square foot), mmhg (millimeter of mercury), inhg (inch of mercury), bar, ataupun atm (atmosphere).

Bentuk dari pressure gauge dapat dilihat pada gambar di atas.

Apa itu Hand Tools dan Power Tools?

Perbedaan antara Hand Tools dan Power Tools

  • Hand tools: Hanya mengandalkan tenaga dari pengguna. Hand tools terdiri dari kapak, hammers, screwdrivers, dan wrenches.
  • Power tools: Membutuhkan sumber daya non-manusia untuk berfungsi dengan baik. Misalnya: Eksternal (listrik, udara terkompresi, dll) atau Internal (baterai, mesin pembakaran internal, dll).

Kedua jenis alat memerlukan tindakan pencegahan keselamatan tertentu atau aturan yang harus diikuti, namun beberapa aturan akan berlaku untuk keduanya. Ada lima aturan dasar yang berlaku untuk semua alat yang digunakan kedua peralatan baik hand tool ataupun power tool yaitu:

  1. Menyimpan semua tools dengan baik
  2. Gunakan tools sesuai dengan peruntukannya
  3. Periksa apakah ada kerusakan atau tidak
  4. Selalu ikuti petunjuk penggunaan
  5. Selalu menggunakan APD yang sesuai.

Beberapa tindakan berbahaya yang sering terjadi saat menggunakan tools yaitu kesalahan pengaplikasian tools serta perawatan tools yang tidak sebagaimana mestinya, contoh:

  1. Menggunakan screwdriver sebagai chisel: dapat menyebabkan ujung dari screwdriver patah dan serpihannya mengenai pemakai atau orang di sekitar
  2. Tools yang menggunakan gagang kayu seperti hammer longgar, pecah, ataupun retak: hammer dapat terlempar dan mengenai pengguna ataupun orang di sekitar
  3. Impact tools seperti chisels tidak aman jika kepalnya sudah berbentuk tidak seperti aslinya: dapat menimbulkan serpihan yang bisa mengenai orang di sekitar ataupun pengguna
  4. Wrenches tidak boleh digunakan jika rahang aus, retak, atau muntir: wrench bisa slip.

Free image by: Pixabay.com

Penggunaan Dial Indicator dalam Pengukuran

Dial indicator adalah alat ukur posisi yang secara mekanikal memperbesar gerakan axial dari spindle yang sangat kecil dan diteruskan ke pointer. Dalam menggunakan dial indicator biasanya dipakai juga stand untuk memperkuat pemasangan, dimana stand tersebut dilengkapi dengan magnet.

dial indicator

Dial indicator digunakan untuk mengukur:

  • Bending
  • End play
  • Run out
  • Backlash

Gambar-gambar di bawah menunjukkan contoh pengukuran dengan menggunakan dial indicator.

  • Bend of a crankshaft

bend of crank shaft

  • End play of crank shaft

end play of crank shaft

  • Run out of a brake rotor

run out of brake rotor

  • Backlash of a bevel gear

backlash of bevel gear

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan dial indicator dalam pengukuran:

  • Jangan menggunakan dial indicator yang rusak
  • Jaga agar dial indicator bebas dari screw
  • Gunakan magnet stand yang kuat
  • Set spindle yang sesuai
  • Obyek yang akan diukur, gerakannya harus pelan-pelan.

penggunaan dial indicator

Pembacaan hasil pengukuran adalah sebagai berikut:

pembacaan dial indicator

  • Lihat posisi dari jarum besar pada gambar di atas. Terlihat posisi jarum ada distrip yang ke-6, karena harga 1 strip adalah 0,01 mm, maka 6 x 0,01 mm adalah 0,06 mm
  • Lihat posisi jarum kecil pada gambar di atas. Terlihat pada posisi strip yang ke-3 lebih sedikit (melebihi strip), harga 1 strip adalah 1 mm, maka 3 x 1 adalah 3 mm
  • Hasil pembacaan : 3 mm + 0,06 mm = 3,06 mm.

Mengukur Kecepatan Putaran Mesin dengan Multi Tachometer

Multi tachometer digunakan untuk mengukur kecepatan putar mesin.

tachometer 2

Komponen optional (clamp set).
tachometer 3

Salah satu penggunaan multi tachometer adalah untuk mengukur kecepatan putaran engine. Adapun cara pengukurannya sebagai berikut:

  • Pastikan kelengkapan multi tachometer dan penghubungnya
  • Hubungkan sensor ke engine speed outlet

tachometer 4

  • Hubungkan sensor ke service meter engine outlet, kencangkan dengan ring nut
  • Hidupkan engine pada posisi low dan high idle dan baca hasil pengukuran pada display tachometer.

Contoh lain penggunaan multi tachometer adalah untuk mengukur kecepatan putaran fan, seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

menggunakan tachometer

Untuk beberapa pengukuran, probe dapat dipegang dengan tangan atau dihubungkan langsung dengan main unit, seperti ditunjukkan pada gambar di bawah.

menggunakan tachometer 2

Thermometer

Thermometer digunakan untuk mengukur temperatur atau suhu. Thermometer ada yang menggunakan fluida dan ada yang digital. Thermometer digital dapat untuk mengukur suhu dari -99,5 ºC sampai 1299 ºC.

thermometer

  • Flexible Sensor

Masukkan melalui lubang oil filler untuk mengukur temperature oil.

flexible sensor

  • Bar Sensor

Cocok untuk mengukur temperature fluida yang bertekanan (water temperature, oil temperature).

bar sensor

Ada 2 (dua) jenis mounting adapter :

  • Untuk temperatur normal.
  • Untuk temperatur tinggi yaitu dari 200°C ke atas.

 

  • Surface Temperature Sensor (option)

Digunakan untuk mengukur temperatur pada permukaan brake disc, wet type track bushing, dsb.

surface temperature sensor

Terdapat berbagai macam jenis diagnostic tools dengan fungsinya masing-masing, diantaranya multi tachometer, pressure gauge, thermometer, multitester dan hydrometer.

Multi tachometer digunakan untuk mengukur kecepatan putar, pressure gauge digunakan untuk mengukur oil pressure, tire air pressure dan fuel pressure, sedangkan thermometer digunakan untuk mengukur temperatur atau suhu.