Sistem Pelumasan pada Alat Berat Hydraulic Excavator Caterpillar 320D

Timing gear memutarkan gear type oil pump (tanda panah). Oil pump selanjutnya mensirkulasikan oli ke seluruh bagian engine untuk menyediakan pendinginan, membersihkan, melindungi, melakukan sealing, dan melumasi. Perawatan yang benar pada lubrication system sangat penting untuk kelangsungan kerja engine.

oil filter 320D

Dari pompa oil selanjutnya oli mengalir menuju spin-on oil filter (tanda panah). Sama seperti air filter maka oil filter harus dirawat dengan baik. Oil filter yang tersumbat dapat menaikan tekanan di ruang antara pompa dan filter. Saat tekanan oli diantara pompa dan oil filter naik sampai mencapai batas tertentu yang telah ditentukan maka bypass valve yang terdapat didalam oil filter (bypass valve tidak berada di filter manifold) akan mengijinkan oli untuk mengalir tanpa melalui filter elemen untuk menuju komponen berikutnya. Apabila oli mem-bypass filter maka artinya oil pump mengirimkan oli yang tidak disaring ke engine component.

engine oil cooler 320D

Dari oil filter selanjutnya oli mengalir menuju oil cooler. Engine coolant menyediakan pendinginan yang diperlukan untuk mendinginkan oli pada oil cooler.

lubrication relief valve 320D

Apabila tekanan pada lubrication system mencapai 343 kPa (50 psi), relief valve (panah) akan terbuka dan mengalirkan kelebihan aliran oli tersebut kembali ke oil pan.

Valve ini berperan sebagai main relief valve untuk lubrication system, dan untuk melakukan penyetelan pada valve ini dipergunakan shim dengan ketebalan tertentu.

protective valve 320D

Apabila main relief valve pada lubrication system tidak berfungsi maka peningkatan tekanan operasi pada oli dapat merusak komponen. Untuk meminimalkan kemungkinan kerusakan komponen akibat main relief valve yang tidak berfungsi tersebut maka engine 3066 memiliki back up relief valve. Protective valve (panah) terletak didalam oil pan pada bagian bawah engine block. Protective valve membuka apabila tekanan oli dalam lubrication system meningkat sampai 981 ± 98 kPa (142 ± 14 psi).

engine oil pressure tap

Engine 3066 memiliki pressure tap (panah) yang dapat digunakan untuk mengukur tekanan oli engine. Pressure tap ini terdapat di samping engine bagian belakang. Tekanan oli normal untuk lubrication system berkisar antara 196 dan 392 kPa (28 and 57 psi) dengan engine berputar pada 1500 rpm.

engine oil pressure sensor 320D

Pressure sensor (panah) berfungsi untuk memonitor tekanan oli. Apabila tekanan oli tidak sesuai dengan spesifikasi, pressure sensor akan mengirimkan signal ke machine monitoring system agar memberikan peringatan kepada operator.

dipstick 320D

Dipstick (panah) berfungsi sebagai indikator untuk engine oil level.

oil fill port

Saat dipstick menunjukan bahwa level oli kurang maka tuangkan oli tambahan melalui oil fill port (panah) yang terdapat di bagian atas dari engine.

Governor Control System Operation pada Caterpillar 320D

Penjelasan kali ini akan memberikan informasi bagaimana governor bekerja ketika kecepatan engine mulai melebihi dari kecepatan yang ditentukan oleh throttle control lever. Saat engine mulai mengalami overspeed maka gaya sentrifugal pada flyweight akan menyebabkan flyweight mekar & membuka keluar, sifter, dan sleeve juga bergerak ke kanan sampai menyentuh dan menekan torque control spring. Setelah itu berikutnya yang terjadi adalah tension lever bergerak juga ke arah kanan dan menarik governor spring. Pada saat gaya dari spring dan gaya sentrifugal yang dimiliki flyweight mencapai kesetimbangan maka tension lever akan berhenti bergerak.

Pada saat yang bersamaan ketika flyweight, shifter, dan sleeve bersama-sama menggerakan tension lever maka komponen-komponen tersebut juga menggerakan floating lever ke arah kanan. Mekanisme lever menghubungkan floating lever ke control rack sehingga control rack juga bergerak ke kanan untuk mengurangi jumlah bahan bakar yang akan dipasok oleh fuel injection pump ke fuel injection nozzle. Control rack akan terus bergerak ke kanan sampai governor spring dan flyweight mencapai kesetimbangan. Jika kecepatan engine terus meningkat akibatnya adalah tension lever akan terus bergerak ke akan sampai menyentuh idling-sub spring yang akan membawa kecepatan putaran engine ke kondisi NO LOAD MAXIMUM SPEED.

Fungsi dari torque control spring adalah untuk membatasi jumlah asap hitam yang dihasilkan oleh engine saat mengalami akselerasi. Saat kecepatan engine rendah maka gaya dari torque control spring lebih besar dibandingkan gaya sentrifugal dari flyweight. Gaya dari spring akan menggerakan shifter dan sleeve kearah kiri sehingga guide dan floating lever pun terdorong kearah kiri dan menyebabkan control rack bergerak juga ke arah FUEL ON. Pada saat kecepatan engine meningkat, gaya sentrifugal dari flyweight akan menekan torque control spring. Shifter selanjutnya akan menyentuh dan mendorong tension lever untuk mengurangi fuel yang akan di injeksikan. Pada governor ini, mendorong fuel rack ke dalam akan mengurangi fuel dan menarik rack keluar akan menambah fuel.

CATATAN: Control lever dan shutoff lever pada illustrasi diatas bukanlah mekanisme sebetulnya yang terdapat pada engine 3066 di 320 Hex. Mekanisme control untuk throttle yang aktual bukanlah menggunakan lever melainkan pulley dan system kabel. Shutoff lever juga dioperasikan oleh solenoid.

320D engine controller 1

Semua input komponen elektronik untuk engine speed control akan menuju ke controller. Controller tersebut berada di sisi kiri machine di bagian belakang pintu akses bersebelahan dengan air filter canister.

320D engine controller 2

Skematik yang telah disederhanakan untuk machine control system seperti tampak pada gambar di atas menampilkan komponen input yang mengontrol governor motor. Input komponen itu adalah automatic engine speed control (AEC) dan power mode function di control panel; engine speed dial, implements/swing, travel, dan attachment pressure switch; one touch low idel switch pada implement control lever sebelah kanan, back up switch untuk throttle control dan position feedback sensor pada governor actuator motor.

Controller akan membandingkan input signal dari engine sped dial dengan input signal yang diterima dari position feedback sensor. Jika posisi dari dari feedback sensor dan engine spped dial tidak sama maka controller akan mengirimkan signal ke governor motor untuk menggerakan governor control lever ke posisi yang benar.

governor motor 320D

Governor actuator motor (didalam kotak besi) berada di sisi kiri dari machine di belakang pintu akses. Governor actuator motor menerima signal electronic dari controller.

feedback sensor 320D

Governor control cables dibungkus mengelilingi pulley yang terhubung ke position feedback sensor (panah) didalam governor actuator motor.

Signal electronic yang sampai ke governor actuator motor menyebabkan feedback sensor dan pulley berputar. Putaran dari pulley menggerakan cable yang akan menggerakan governor throttle control lever.

engine speed control dial

Engine speed control dial di dalam operator station adalah salah satu komponen input untuk mengontrol engine speed. Engine speed control dial memiliki sepuluh pilihan posisi. Masing-masing posisi merujuk pada suatu harga rpm yang spesifik. Posisi 1 adalah LOW IDLE dan posisi 10 adalah HIGH IDLE.

backup switch 320D

Rangkaian engine speed control memiliki backup switch (berlokasi di dalam operator station, dibawah cover di bagian belakang dari arm rest bagian kanan). Back up switch ini memungkinkan operator untuk mem by pass engine speed dial. Untuk mengoperasikan engine pada LOW IDLE posisikan manual/auto switch (1) ke posisi “MAN” dan tahan spring-centered speed toggle switch (2) ke gambar kura-kura sampai engine speed berhenti melambat. Untuk beroperasi pada HIGH IDLE, tahan speed switch (2) di posisi gambar kelinci sampai engine speed berhenti naik. Untuk mengoperasikan engine pada operasi kecepatan menengah, lepaskan speed toggle switch sebelum engine mencapai high atau low idle.

monitor panel 320D

Untuk bisa meningkatkan effesiensi konsumsi bahan bakar dan mengurangi noise level maka AEC akan mengurangi engine speed pada saat tidak ada beban. Level pertama beroperasi saat AEC switch (1) dalam kondisi OFF. Level pertama terjadi pada saat kurang lebih tiga detik setelah kebutuhan engine untuk menanggung beban hilang. Pressure switch untuk swing, travel, & attachment mengirimkan signal ke controller untuk memberitahu controller bahwa tidak ada beban yang diberikan ke engine. Saat tidak ada kebutuhan beban maka controller akan mengirimkan signal ke governor motor untuk menurunkan engine speed sebanyak 100 rpm.

Level AEC yang kedua terjadi ketika switch AEC dalam kondisi ON dan posisi engine speed dial berada di 5 atau lebih. Level kedua ini otomatis akan mengurangi engine speed menjadi sebesar 1300 rpm jika setelah 3 detik engine tidak menerima beban. Apabila ada pressure switch yang berubah menjadi ON (kondisi berbeban) maka engine speed akan kembali ke kecapatan yang sesuai dengan yang tertera di speed dial.

Power Mode selector switch (2) juga terletak di control panel. Level dari Power Mode menentukan maximum engine speed secara terpisah tidak tergantung dari posisi engine speed dial. Power Mode III mengijinkan rentang maksimum dari operasi throttle (posisi engine speed dial 1-10). Power Mode II mambatasi maximum engine speed sampai posisi 9 saja dan Power Mode I membatasi posisi maximum engine speed sampai posisi 7 saja tanpa tanpa menghiraukan posisi dari engine speed dial. Machine memiliki nilai default Power Mode II pada saat start-up.

automatic engine control 320D

Grafik di atas menunjukan rpm engine pada berbagai macam kondisi dari operasi implement dengan machine berada pada Power Mode III dan engine speed dial pada posisi 10. Lima detik pertama di grafik menunjukan rpm engine saat implement sedang dioperasikan. Pada saat tersebut engine berada dalam kondisi beban yang berubah-ubah karena itu akibatnya maka rpm engine juga berfluktuasi. Saat operator menghilangkan beban dari engine untuk sekejap rpm engine akan naik sampai HIGH IDLE. Jika AEC switch dalam posisi OFF, dalam waktu tiga detik setelah setelah engine speed mencapai high idle maka fungsi level pertama dari AEC akan menurunkan engine rpm sebanyak 100 rpm. Apabila switch AEC ada di posisi ON maka 3 detik setelah engine mencapai HIGH IDLE, level kedua AEC akan menurunkan rpm engine dari high idle ke 1300 rpm.

Selama operator tidak menggerakan implement atau travel motor maka engine speed tetap berada 100 rpm dibawah high idle rpm (AEC switch dalam posisi OFF) atau pada 1300 rpm (AEC switch dalam posisi ON).

Apabila operator memberikan beban pada engine maka controller akan mengembalikan engine speed ke engine speed dial setting atau ke maximum speed yang diperbolehkan oleh power mode level (tergantung mana yang paling rendah).

ppc 320D

Pada implever control lever sisi kanan terdapat one-touch low idle switch (tanda panah). Saat operator mengaktifkan one-touch low idle switch maka controller mengirimkan signal ke governor motor agar mengurangi engine speed menjadi 940 rpm. Saat operator menekan swich tersebut untuk yang kedua kalinya maka engine speed akan naik lagi ke level yang di set pada engine speed dial, power mode level atau AEC level (tergantung mana yang paling rendah). Jika operator mengaktifkan fungsi maka one-touch low idle control switch secara otomatis akan OFF dan engine speed akan kembali ke level operating normal.

PERHATIAN

Engine speed dial sebaiknya berada di posisi 1 sebelum engine dimatikan. Apabila operator mematikan machine dengan one-touch level idle switch dalam keadaan aktif (rpm engine sebesar 940 rpm) dan operator tidak mengembalikan speed dial ke posisi 1 sebelum menghidupkan engine kembali, maka saat engine hidup speed engine akan langsung berakselerasi ke kecepatan engine speed dial setting atau ke level power mode II – tegantung mana yang paling rendah. Controller tidak menyimpan di memory informasi mengenai one-touchlow idle swith yang masih dalam kondisi aktif pada saat engine dimatikan.

Fungsi Pilot Manifold pada Alat Berat beserta Klasifikasinya

Fungsi pilot manifold adalah tempat pembagian aliran pilot sesuai dengan sistemnya dan juga tempat solenoid-solenoid yang banyak dipakai pada Caterpillar 320D ini. Letak pilot manifold ini ada di bagian bawah dari pada control valve, sehingga kita harus membuka cover bagian bawah untuk melihat manifold valvenya.

Sirkuit pilot dapat diklasifikasikan sesuai dengan fungsinya yaitu:

  • Sistem power shift pressure
  • Sirkuit pilot control valve
  • Sirkuit straight travel valve
  • Swing parking brake
  • Boom priority
  • Swing priority
  • Automatic travel speed change.

Sistem Kontrol Hydraulic Excavator Hitachi ZX200

Main controller (MC) digunakan untuk mengontrol operasi mesin. Signal kelistrikan dari engine control dial, dan bermacam sensor dan switch, dikirimkan ke MC. Setelah diterima di sirkuit logic-nya dan diproses, maka selanjutnya MC mengirim keluar signal pengontrol ke motor EC, solenoid valve unit, torque control solenoid unit, dan sirkuit pengontrolan yang lain untuk mengatur engine, pompa-pompa, motor, dan valve-valve.

Input Signal

  • EC Sensor
  • Engine Control Dial
  • Pump 1 Control Pressure Sensor
  • Pump 2 Control Pressure Sensor
  • Pump 1 Delivery Pressure Sensor
  • Pump 2 Delivery Pressure Sensor
  • Pump 3 Delivery Pressure Sensor
  • N sensor
  • Pressure Sensor (Travel)
  • Pressure Sensor (Front Attachment)
  • Pressure Sensor (Swing)
  • Pressure Sensor (Boom Raise)
  • Pressure Sensor (Arm Roll-In)
  • Pressure Sensor (Auxiliary)
  • Hydraulic Oil Temperature Sensor
  • Auto-Idle/Acceleration Selector
  • Power Digging Switch
  • Power Mode Switch (HP/E/P)
  • Travel Mode Switch (Fast/Slow)
  • Work Mode Switch (Digging/Attachment)
  • Learning Switch
  • Key Switch
  • Boom Angle Sensor (Sampai serial No.104908,ZAXIS225US)
  • Auxiliary Mode Switch (Optional).

Output Signal

Pengontrolan Engine (EC Motor)

  • Engine Control Dial
  • HP Mode Control
  • E Mode Control
  • Auto-Idle Control
  • Auto-Acceleration Control
  • Auto-Warming Up Control
  • Idle Speed-Up Control
  • Engine Speed Automatic Increase Control at Travel (ZX270 class only)
    • Attachment Operation Speed Increase Control
    • Attachment Operation Speed Limit Control
  • Engine Learning Control.

Torque Control Solenoid Valve

  • Speed Sensing Control
  • Slow Speed Torque Increase Control
    • Pump 1 Flow Rate Limit Control
    • Pump 2 Flow Rate Limit Control
    • Pump 3 Torque Decrease Control.

Solenoid Valve Unit

  • Power Digging Control
  • Arm Flow Rate Control
  • Arm Regenerative Control
  • Travel Motor Swash Angle Control
  • Auto-Power Lift Control
    • Auxiliary Flow Rate Control.

Pengontrolan yang Lainnya

  • Boom Electronic Cushion Control (Sampai dengan serial No.104908 (ZAXIS225US))
  • Work Mode Control
    • Travel Alarm Control
    • Overload Alarm Control.

Image source: rockanddirt.com

Spesifikasi Hydraulic Excavator Hitachi ZX200

ENGINE

  • Pabrik Pembuat: ISUZU
  • Model: AA-6BG1TRA
  • Tipe: Diesel, 4-Tak, Berpendingin-air, Segaris, Injeksi Langsung
  • Jumlah Cyl – Diameter x Langkah: 6-105 mm´125 mm (4.13 in´4.92 in)
  • Kubikasi Piston: 6494 cm3 (396 in3)
  • Rated Output: 103 kW/1900 min-1 (140 PS/1900 rpm HP Mode: 110 kW/2100 min-1 (150 PS/2100 rpm)
  • Perbandingan Kompressi: 18:1
  • Berat Kosong: 490 kg (1080 lb)
  • Urutan Pengapian: 1-5-3-6-2-4
  • Arah Putaran: Searah putaran jarum jam (Dilihat dari sisi-bagian fan).

SISTEM PENDINGINAN

  • Kipas Pendingin: Dia. 650 mm (25.6 in), 7 Blades (N-Type Blade, Unequal Pitch),
  • Tipe, Menghisap Kedalam (Draw-in) Perbandingan Pulley Kipas: Engine rpm ´ 0.80
  • Thermostat: Temperatur bukaan di tekanan Atmosphir: 82 °C (180 °F) Terbuka penuh (Langkah : 10 mm atau lebih) Temperatur: 95°C (203 °F)
  • Water Pump: Centrifugal, dengan tipe penggerak Belt.

SISTEM LUBRIKASI (PELUMASAN)

  • Tipe Pompa Lubrikasi: Gear Pump
  • Oil Filter: Tipe, Full-Flow Paper Element dengan Bypass
  • Oil Cooler: Tipe, Berpendingin air secara integral.

SISTEM STARTING

  • Motor: Tipe, Magnetic Pinion Shift Reduction
  • Voltage / Output: 24 V / 4.5 kW.

SISTEM PEMANASAN AWAL

  • Metode Pemanasan Awal: Glow Plug (Tipe, QOS).

SISTEM MEMATIKAN ENGINE

  • Metode Mematikan: Fuel Shut-Off.

ALTERNATOR

  • Tipe: Tipe, Regulator Integrated AC
  • Voltage / Output: 24 V / 50 A (Brushless).

SISTEM SUPERCHARGING

  • Tipe: Tipe, Exhaust-Turbocharger RHG 6.

SISTEM BAHAN BAKAR

  • Tipe: Tipe, BOSCH (AD Concave Cam)
  • Governor: Tipe, Centrifugal All Speed Control RSV
  • Injection Nozzle: Tipe, Multi-Hole.

KINERJA

  • Perbandingan Pemakaian B.-bakar: Kurang dari 237 g/kW/h (174 g/PS×h) pada 110 kW / (pada Beban Penuh: 2100 min-1) Kurang dari 227 g/kW/h (166 g/PS×h) pada 103 kW / (saat Beban Kerja: 1900 min-1)
  • Waktu Injeksi: 10 ° sebelum T.D.C.
  • Maximum Output Torque: Lebih dari 550±60 N×m (54±6 kgf×m) diperkirakan. 1600 min-1
  • Tekanan Injeksi: 18.14 MPa (185 kgf/cm2)
  • Tekanan Kompressi: 3.04 MPa (31 kgf/cm2)
  • Valve Clearance (Inlet / Exhaust): 0.4 / 0.4 mm (saat dingin)
  • Kecepatan tanpa beban: Slow:(saat Beban Penuh: 900 ± 20 min-1)
  • Fast: (saat Beban Penuh :2350 +20 – 50 min-1) (saat Beban Kerja : 2100±50 min-1).

Kurva Kinerja Engine
Kondisi Test:

  1. Sesuai dengan JIS D1005 (Metoda Test Kinerja untuk Diesel Engine yang digunakan untuk Mesin Kontruksi) dengan tekanan atmosphir standar
  2. Dilengkapi dengan fan dan alternator.

kinerja engine

RADIATOR ASSEMBLY
Tipe: Tipe Assembli Tandem Radiator/Oil Cooler
Berat: 81.5 kg (180 lb)
Radiator: Oil Cooler
Kapasitas: 8.0 L (2.1 US gal) 6.35 L (1.7 US gal)
Test Tekanan Air-Tight: 98 kPa (1.0 kgf/cm2, 14 psi) 1470 kPa (15 kgf/cm2, 213 psi)
Tekanan Buka Penutup: 49 kPa (0.5 kgf/cm2, 7 psi) –
Intercooler
Kapasitas: 7.9 L (1.7 US gal)
Test Tekanan Air-Tight: 25 kPa (0.25 kgf/cm2, 4 psi)
Tekanan Buka Penutup: -.

PUMP DEVICE
Perbandingan Penggerak Gear: Main Pump: 1, Pilot Pump: 1.

MAIN PUMP

  • Model: HPV102GW-RH23A
  • Tipe: Variable Displacement Axial Plunger Pump, tipe Bent-Axis
  • Maksimum Aliran (Nilai Teori): 198.9 L/min (52.5 US gpm) ´ 2.

REGULATOR
Tipe: Tipe Pengoperasian dengan Tekanan Hidrolik.

PILOT PUMP

  • Model: HY/ZFS 11 / 16.8
  • Tipe: Roda Gigi dengan Tipe Fixed Displacement
  • Maksimum Aliran (Nilai Teori): 31.92 L/min (8.43 US gpm) HP Mode: 35.28 L/min (9.32 US gpm).

POSITIONING CONTROL VALVE (2-Piece Boom Only)

  • Tipe: Tipe Pengoperasian Tekanan Pilot
  • Tekanan-Set Overload Relief: 39.2 MPa (400 kgf / cm2, 5690 psi) pada 50 L/min (13.2 US gpm).

SWING DEVICE

  • Tipe: Planetary Gear, Dua Tingkat Reduksi
  • Perbandingan Reduksi Gear: 13.385.

SWING MOTOR

  • Model: M5X130C
  • Tipe: Fixed Displacement Axial Plunger Motor, tipe Swash-Plate.

VALVE UNIT

  • Tipe: Tipe, Non Counterbalance Valve
  • Tekanan Set – Relief: 30.9 MPa (315 kgf/cm2, 4480 psi) pada 140 L/min.

SWING PARKING BRAKE

  • Tipe: Tipe, Multi-Disc-Wet Negative
  • Tekanan Release: 1.96 ~ 2.64 MPa (20 ~ 27 kgf/cm2, 284 ~ 384 psi).

TRAVEL DEVICE

  • Tipe: Planetary Gear, Tiga Tingkat Reduksi
  • Perbandingan Reduksi Gear: 53.289 (ZAXIS210N dan ZAXIS 240: 53.234).

TRAVEL MOTOR
Tipe: Variable Displacement Axial Plunger Motor, Tipe Swash-Plate.

TRAVEL BRAKE VALVE

  • Tipe: Tipe, Counter Balance Valve
  • Tekanan Relief Set: 34.8 MPa (355 kgf/cm2, 5050 psi).

TRAVEL PARKING BRAKE

  • Tipe: Tipe, Multi-Disc-Wet Negative
  • Cracking Pressure untuk Release: 0.95 ~ 1.02 MPa (9.7 ~ 10.4 kgf/cm2, 138 ~ 148 psi).

CYLINDER
Boom -> Arm
Diamater Rod: 85 mm (3.35”) -> 95 mm (3.74”)
Cylinder Bore: 120 mm (4.72”) -> 135 mm (5.31”)
Langkah: 1220 mm (4’0”) -> 1475 mm (4’10”)
Panjang Fully Retracted: 1759 mm (5’9”) -> 2040 mm (6’8”)
Tebal Plating: 30 mm (1.18 mm) -> 30 mm (1.18 mm)
Bucket
Positioning (2-Piece Boom) Diamater Rod: 80 mm (3.15”) -> 100 mm (3.94”)
Cylinder Bore: 115 mm (4.53”) -> 150 mm (5.91”)
Langkah: 1060 mm (3’6”) -> 1255 mm (4’1”)
Panjang Fully Retracted: 1590 mm (5’3”) -> 1875 mm (6’2”)
Tebal Plating: 30 mm (1.18 mm) -> 30 mm (1.18 mm).

FRONT ATTACHMENT PILOT VALVE
Model: HVP05P-040-101.

TRAVEL PILOT VALVE
Model: HVP05F-040-101.

POSITIONING PILOT VALVE
(2-piece Boom only)
Model: HVP05P-040-101.

SOLENOID VALVE UNIT
Fungsi: × SC : Arm Regenerative Control

  • SE* : Arm Flow Rate Control
  • SG : Power Digging Control
  • SI : Travel Motor Swash Angle Control.

PILOT PRESSURE SIGNAL CONTROL VALVE

Fungsi: × Shock Reducing (Boom Lower)

  • Pump Flow Rate Control
  • Bucket Flow Rate Control
  • Swing Parking Brake Release
  • Flow Combiner Valve Control
  • Arm Flow Rate Control.

PILOT SHUT-OFF VALVE
Tipe: Tipe Rotary.

OIL COOLER BYPASS CHECK VALVE
Tekanan Bukaan: 490 kPa (5 kgf/cm2) pada 5 L/min.

BATTERY RELAY
Voltage / Current: 24 V / 100 A.

GLOW RELAY
Voltage: 24 V.

HORN
Voltage / Current: 24 V×1.5±0.5 A
Sound Pressure: 113 dB (A).

ILIMUNASI
Spesifikasi: Lampu Kerja: Halogen 24V, 70 W / 60 W.

AIR CONDITIONER

  • Refrigerant: 134 a
  • Cooling Ability: 19.3 MJ/h (4600 kcal/h)
  • Cool Air Volume: 550 m3/h atau lebih
  • Heating Ability: 21.0 MJ/h (5000 kcal/h) atau lebih
  • Warm Air Volume: 500 m3/h atau lebih Sistem Penyetelan
  • Temperatur: Tipe, Electronic
  • Banyaknya Refrigerant: 850±50 g
  • Banyaknya Oli Kompressor: 210 cm3.

Diagram Pengontrolan Engine pada Hydraulic Excavator Hitachi ZX200

Sistem pengontrolan engine dibagi dalam grup sebagai berikut:

  • Pengontrolan: Engine Control Dial
  • Pengontrolan: HP Mode
  • Pengontrolan: E Mode
  • Pengontrolan: Auto-Idle
  • Pengontrolan: Auto-Acceleration
  • Pengontrolan: Auto-Warming Up
  • Pengontrolan: Idle Speed-Up
  • Pengontrolan: Kenaikan Kecepatan Engine Otomatis saat Travel (hanya ZX270 class)
  • Pengontrolan: Kenaikan Kecepatan Operasi
  • Pengontrolan: Batas Kecepatan Operasi
  • Pengontrolan: Engine Learning.

Electronic Control System pada Caterpillar 320D

Dalam hal pengaturan aliran pompa serta aliran dalam mode operasinya hydraulic system dibantu oleh electronic control. Untuk melakukan fungsinya, electronic control mempunyai tiga tugas penting yaitu:

  1. Mengontrol flow rate dari pompa, yang memungkinkan pompa mensuplay output yang optimum yang sesuai antara beban dan kecepatan engine
  2. Mengontrol AEC (Automatic Engine Control), yang akan menurunkan kecepatan engine jika tidak ada beban yang diaplikasikan sehingga mengurangi konsumsi bahan bakar dan mengurangi kebisingan
  3. Mengontrol output-output yang bervariasi sesuai dengan funginya. Electronic control ini selanjutnya disebut controller juga bisa didownload dengan menggunakan service tool (ET).

electronic control modul 320D

Electronic Control Module
Electronic control system terdiri dari monitor yang letaknya di dalam kabin dan ECM machine yang lokasinya berada dibelakang kabin compartment. Electronic control system mengontrol kecepatan engine dan pompa melalui ECM machine.

Hydraulic Pump pada Caterpillar 320D

Swash Plate Design
Tipe pompa yang digunakan kembali menggunakan tipe “Swash Plate Design”. Hanya letaknya saja yang berbeda yaitu pompa kiri dan kanan. Pada pompa ini juga dipasangi pompa pilot yang mempunyai maksimum flow 8,4 GPM dengan tipe gear.

PRV Solenoid & Delivery Pump Pressure Sensor
Juga terpasang solenoid PRV pada bagian kirinya serta sensor tekanan delivery pump pada masing-masing pompa nya. Sensor ini berguna selain sebagai pembacaan tekanan actual pada monitor juga dipakai sebagai referensi oleh controller dalam mengatur flow dari pompa .

NFC
Seperti tipe sebelumnya line NFC masih terpasang pada masing-masing pompa kiri dan kanan, masih berfungsi sama dengan tipe sebelumnya.

Cara Melepas Fuel Pump dan Governor

Cara yang paling akurat untuk menguji dan menyetel pump dan governor adalah dengan menggunakan test bench. Setelah memutuskan hubungan antara main fuel supply line, fuel injector supply lines, fuel overflow line, lubrication line, dan semua governor control linkage maka pompa dan governor dapat dilepaskan.

Pompa dan governor dapat dilepas dengan atau tanpa fuel timing gear. Untuk melepaskan pompa dan governor tanpa timing gear, longgarkan empat buah bolt bolts (1) dari the timing gear housing. Untuk melepaskan pompa dan governor dengan timing gear, lepaskan lima buah bolts (2) dari timing gear housing cover dan longgarkan tiga retaining bolts (3).

fuel pump removal 320D 2

Taper dan slot pada bagian ujung fuel camshaft memungkinkan pompa dan governor untuk terpasang pada fuel timing gear hanya pada satu posisi saja.

fuel pump removal 320D 3

Taper dan key slot pada timing gear akan cocok dengan taper dan key slot dari fuel camshaft.

Cooling System pada Hydraulic Excavator Caterpillar 320D

Sama seperti untuk lubrication system, perawatan yang baik untuk cooling system sangat penting untuk mendapatkan usia engine yang optimal. Kerusakan pada engine paling banyak disebabkan masalah pada cooling system. Radiator berfungsi sebagai reservoir dan heat exchanger untuk engine coolant. 320 Hydraulic Excavator menggunakan conventional radiator yang dilengkapi dengan overflow bottle. Jangan pernah membuka pressurized cap (panah) pada saat engine masih panas.

Pada saat operating temperature engine coolant berada dalam kondisi panas dan bertekanan. Radiator dan semua saluran yang menuju heater ataupun engine mengandung air atau uap panas yang apabila tersentuh akan mengakibatkan luka bakar.

Uap panas dapat menyebabkan cidera parah. Pemeriksaan level pada engine coolant hanya boleh dilakukan pada saat engine mati dan filler cap telah cukup dingin untuk disentuh dengan tangan. Longgarkan cooling system filler cap untuk mengeluarkan tekanan secara perlahan.

Cooling system conditioner mengandung zat alkalis yang juga dapat menyebabkan cidera. Hindari kontak langsung dengan kulit, mata dan jangan sampai terminum. Dinginkan terlebih dahulu cooling system sebelum di drain. Saat megosongkan cooling system, tampung coolant yang keluar dengan wadah dan buang coolant di tempat yang aman bagi lingkungan sekitar.

overflow tank 320D

Botol radiator overflow menampung engine coolant saat suhu engine melebihi titik didih coolant. Garis pada botol menunjukan apakah coolant dalam kondisi penuh atau membutuhkan penambahan.

belt waterpump 320D

Belt dan pulley menggerakan centrifugaltype water pump (panah) and fan. Water pump mengalirkan coolant ke seluruh bagian engine.

temperatur regulator 320D

Saat suhu coolant dibawah 71 ± 2° C (160 ± 3.6° F), coolant temperature regulator (panah) mencegah coolant mengalir menuju radiator.