Sistem Kontrol Hydraulic Excavator Hitachi ZX200

Main controller (MC) digunakan untuk mengontrol operasi mesin. Signal kelistrikan dari engine control dial, dan bermacam sensor dan switch, dikirimkan ke MC. Setelah diterima di sirkuit logic-nya dan diproses, maka selanjutnya MC mengirim keluar signal pengontrol ke motor EC, solenoid valve unit, torque control solenoid unit, dan sirkuit pengontrolan yang lain untuk mengatur engine, pompa-pompa, motor, dan valve-valve.

Input Signal

  • EC Sensor
  • Engine Control Dial
  • Pump 1 Control Pressure Sensor
  • Pump 2 Control Pressure Sensor
  • Pump 1 Delivery Pressure Sensor
  • Pump 2 Delivery Pressure Sensor
  • Pump 3 Delivery Pressure Sensor
  • N sensor
  • Pressure Sensor (Travel)
  • Pressure Sensor (Front Attachment)
  • Pressure Sensor (Swing)
  • Pressure Sensor (Boom Raise)
  • Pressure Sensor (Arm Roll-In)
  • Pressure Sensor (Auxiliary)
  • Hydraulic Oil Temperature Sensor
  • Auto-Idle/Acceleration Selector
  • Power Digging Switch
  • Power Mode Switch (HP/E/P)
  • Travel Mode Switch (Fast/Slow)
  • Work Mode Switch (Digging/Attachment)
  • Learning Switch
  • Key Switch
  • Boom Angle Sensor (Sampai serial No.104908,ZAXIS225US)
  • Auxiliary Mode Switch (Optional).

Output Signal

Pengontrolan Engine (EC Motor)

  • Engine Control Dial
  • HP Mode Control
  • E Mode Control
  • Auto-Idle Control
  • Auto-Acceleration Control
  • Auto-Warming Up Control
  • Idle Speed-Up Control
  • Engine Speed Automatic Increase Control at Travel (ZX270 class only)
    • Attachment Operation Speed Increase Control
    • Attachment Operation Speed Limit Control
  • Engine Learning Control.

Torque Control Solenoid Valve

  • Speed Sensing Control
  • Slow Speed Torque Increase Control
    • Pump 1 Flow Rate Limit Control
    • Pump 2 Flow Rate Limit Control
    • Pump 3 Torque Decrease Control.

Solenoid Valve Unit

  • Power Digging Control
  • Arm Flow Rate Control
  • Arm Regenerative Control
  • Travel Motor Swash Angle Control
  • Auto-Power Lift Control
    • Auxiliary Flow Rate Control.

Pengontrolan yang Lainnya

  • Boom Electronic Cushion Control (Sampai dengan serial No.104908 (ZAXIS225US))
  • Work Mode Control
    • Travel Alarm Control
    • Overload Alarm Control.

Image source: rockanddirt.com

Spesifikasi Hydraulic Excavator Hitachi ZX200

ENGINE

  • Pabrik Pembuat: ISUZU
  • Model: AA-6BG1TRA
  • Tipe: Diesel, 4-Tak, Berpendingin-air, Segaris, Injeksi Langsung
  • Jumlah Cyl – Diameter x Langkah: 6-105 mm´125 mm (4.13 in´4.92 in)
  • Kubikasi Piston: 6494 cm3 (396 in3)
  • Rated Output: 103 kW/1900 min-1 (140 PS/1900 rpm HP Mode: 110 kW/2100 min-1 (150 PS/2100 rpm)
  • Perbandingan Kompressi: 18:1
  • Berat Kosong: 490 kg (1080 lb)
  • Urutan Pengapian: 1-5-3-6-2-4
  • Arah Putaran: Searah putaran jarum jam (Dilihat dari sisi-bagian fan).

SISTEM PENDINGINAN

  • Kipas Pendingin: Dia. 650 mm (25.6 in), 7 Blades (N-Type Blade, Unequal Pitch),
  • Tipe, Menghisap Kedalam (Draw-in) Perbandingan Pulley Kipas: Engine rpm ´ 0.80
  • Thermostat: Temperatur bukaan di tekanan Atmosphir: 82 °C (180 °F) Terbuka penuh (Langkah : 10 mm atau lebih) Temperatur: 95°C (203 °F)
  • Water Pump: Centrifugal, dengan tipe penggerak Belt.

SISTEM LUBRIKASI (PELUMASAN)

  • Tipe Pompa Lubrikasi: Gear Pump
  • Oil Filter: Tipe, Full-Flow Paper Element dengan Bypass
  • Oil Cooler: Tipe, Berpendingin air secara integral.

SISTEM STARTING

  • Motor: Tipe, Magnetic Pinion Shift Reduction
  • Voltage / Output: 24 V / 4.5 kW.

SISTEM PEMANASAN AWAL

  • Metode Pemanasan Awal: Glow Plug (Tipe, QOS).

SISTEM MEMATIKAN ENGINE

  • Metode Mematikan: Fuel Shut-Off.

ALTERNATOR

  • Tipe: Tipe, Regulator Integrated AC
  • Voltage / Output: 24 V / 50 A (Brushless).

SISTEM SUPERCHARGING

  • Tipe: Tipe, Exhaust-Turbocharger RHG 6.

SISTEM BAHAN BAKAR

  • Tipe: Tipe, BOSCH (AD Concave Cam)
  • Governor: Tipe, Centrifugal All Speed Control RSV
  • Injection Nozzle: Tipe, Multi-Hole.

KINERJA

  • Perbandingan Pemakaian B.-bakar: Kurang dari 237 g/kW/h (174 g/PS×h) pada 110 kW / (pada Beban Penuh: 2100 min-1) Kurang dari 227 g/kW/h (166 g/PS×h) pada 103 kW / (saat Beban Kerja: 1900 min-1)
  • Waktu Injeksi: 10 ° sebelum T.D.C.
  • Maximum Output Torque: Lebih dari 550±60 N×m (54±6 kgf×m) diperkirakan. 1600 min-1
  • Tekanan Injeksi: 18.14 MPa (185 kgf/cm2)
  • Tekanan Kompressi: 3.04 MPa (31 kgf/cm2)
  • Valve Clearance (Inlet / Exhaust): 0.4 / 0.4 mm (saat dingin)
  • Kecepatan tanpa beban: Slow:(saat Beban Penuh: 900 ± 20 min-1)
  • Fast: (saat Beban Penuh :2350 +20 – 50 min-1) (saat Beban Kerja : 2100±50 min-1).

Kurva Kinerja Engine
Kondisi Test:

  1. Sesuai dengan JIS D1005 (Metoda Test Kinerja untuk Diesel Engine yang digunakan untuk Mesin Kontruksi) dengan tekanan atmosphir standar
  2. Dilengkapi dengan fan dan alternator.

kinerja engine

RADIATOR ASSEMBLY
Tipe: Tipe Assembli Tandem Radiator/Oil Cooler
Berat: 81.5 kg (180 lb)
Radiator: Oil Cooler
Kapasitas: 8.0 L (2.1 US gal) 6.35 L (1.7 US gal)
Test Tekanan Air-Tight: 98 kPa (1.0 kgf/cm2, 14 psi) 1470 kPa (15 kgf/cm2, 213 psi)
Tekanan Buka Penutup: 49 kPa (0.5 kgf/cm2, 7 psi) –
Intercooler
Kapasitas: 7.9 L (1.7 US gal)
Test Tekanan Air-Tight: 25 kPa (0.25 kgf/cm2, 4 psi)
Tekanan Buka Penutup: -.

PUMP DEVICE
Perbandingan Penggerak Gear: Main Pump: 1, Pilot Pump: 1.

MAIN PUMP

  • Model: HPV102GW-RH23A
  • Tipe: Variable Displacement Axial Plunger Pump, tipe Bent-Axis
  • Maksimum Aliran (Nilai Teori): 198.9 L/min (52.5 US gpm) ´ 2.

REGULATOR
Tipe: Tipe Pengoperasian dengan Tekanan Hidrolik.

PILOT PUMP

  • Model: HY/ZFS 11 / 16.8
  • Tipe: Roda Gigi dengan Tipe Fixed Displacement
  • Maksimum Aliran (Nilai Teori): 31.92 L/min (8.43 US gpm) HP Mode: 35.28 L/min (9.32 US gpm).

POSITIONING CONTROL VALVE (2-Piece Boom Only)

  • Tipe: Tipe Pengoperasian Tekanan Pilot
  • Tekanan-Set Overload Relief: 39.2 MPa (400 kgf / cm2, 5690 psi) pada 50 L/min (13.2 US gpm).

SWING DEVICE

  • Tipe: Planetary Gear, Dua Tingkat Reduksi
  • Perbandingan Reduksi Gear: 13.385.

SWING MOTOR

  • Model: M5X130C
  • Tipe: Fixed Displacement Axial Plunger Motor, tipe Swash-Plate.

VALVE UNIT

  • Tipe: Tipe, Non Counterbalance Valve
  • Tekanan Set – Relief: 30.9 MPa (315 kgf/cm2, 4480 psi) pada 140 L/min.

SWING PARKING BRAKE

  • Tipe: Tipe, Multi-Disc-Wet Negative
  • Tekanan Release: 1.96 ~ 2.64 MPa (20 ~ 27 kgf/cm2, 284 ~ 384 psi).

TRAVEL DEVICE

  • Tipe: Planetary Gear, Tiga Tingkat Reduksi
  • Perbandingan Reduksi Gear: 53.289 (ZAXIS210N dan ZAXIS 240: 53.234).

TRAVEL MOTOR
Tipe: Variable Displacement Axial Plunger Motor, Tipe Swash-Plate.

TRAVEL BRAKE VALVE

  • Tipe: Tipe, Counter Balance Valve
  • Tekanan Relief Set: 34.8 MPa (355 kgf/cm2, 5050 psi).

TRAVEL PARKING BRAKE

  • Tipe: Tipe, Multi-Disc-Wet Negative
  • Cracking Pressure untuk Release: 0.95 ~ 1.02 MPa (9.7 ~ 10.4 kgf/cm2, 138 ~ 148 psi).

CYLINDER
Boom -> Arm
Diamater Rod: 85 mm (3.35”) -> 95 mm (3.74”)
Cylinder Bore: 120 mm (4.72”) -> 135 mm (5.31”)
Langkah: 1220 mm (4’0”) -> 1475 mm (4’10”)
Panjang Fully Retracted: 1759 mm (5’9”) -> 2040 mm (6’8”)
Tebal Plating: 30 mm (1.18 mm) -> 30 mm (1.18 mm)
Bucket
Positioning (2-Piece Boom) Diamater Rod: 80 mm (3.15”) -> 100 mm (3.94”)
Cylinder Bore: 115 mm (4.53”) -> 150 mm (5.91”)
Langkah: 1060 mm (3’6”) -> 1255 mm (4’1”)
Panjang Fully Retracted: 1590 mm (5’3”) -> 1875 mm (6’2”)
Tebal Plating: 30 mm (1.18 mm) -> 30 mm (1.18 mm).

FRONT ATTACHMENT PILOT VALVE
Model: HVP05P-040-101.

TRAVEL PILOT VALVE
Model: HVP05F-040-101.

POSITIONING PILOT VALVE
(2-piece Boom only)
Model: HVP05P-040-101.

SOLENOID VALVE UNIT
Fungsi: × SC : Arm Regenerative Control

  • SE* : Arm Flow Rate Control
  • SG : Power Digging Control
  • SI : Travel Motor Swash Angle Control.

PILOT PRESSURE SIGNAL CONTROL VALVE

Fungsi: × Shock Reducing (Boom Lower)

  • Pump Flow Rate Control
  • Bucket Flow Rate Control
  • Swing Parking Brake Release
  • Flow Combiner Valve Control
  • Arm Flow Rate Control.

PILOT SHUT-OFF VALVE
Tipe: Tipe Rotary.

OIL COOLER BYPASS CHECK VALVE
Tekanan Bukaan: 490 kPa (5 kgf/cm2) pada 5 L/min.

BATTERY RELAY
Voltage / Current: 24 V / 100 A.

GLOW RELAY
Voltage: 24 V.

HORN
Voltage / Current: 24 V×1.5±0.5 A
Sound Pressure: 113 dB (A).

ILIMUNASI
Spesifikasi: Lampu Kerja: Halogen 24V, 70 W / 60 W.

AIR CONDITIONER

  • Refrigerant: 134 a
  • Cooling Ability: 19.3 MJ/h (4600 kcal/h)
  • Cool Air Volume: 550 m3/h atau lebih
  • Heating Ability: 21.0 MJ/h (5000 kcal/h) atau lebih
  • Warm Air Volume: 500 m3/h atau lebih Sistem Penyetelan
  • Temperatur: Tipe, Electronic
  • Banyaknya Refrigerant: 850±50 g
  • Banyaknya Oli Kompressor: 210 cm3.

Diagram Pengontrolan Engine pada Hydraulic Excavator Hitachi ZX200

Sistem pengontrolan engine dibagi dalam grup sebagai berikut:

  • Pengontrolan: Engine Control Dial
  • Pengontrolan: HP Mode
  • Pengontrolan: E Mode
  • Pengontrolan: Auto-Idle
  • Pengontrolan: Auto-Acceleration
  • Pengontrolan: Auto-Warming Up
  • Pengontrolan: Idle Speed-Up
  • Pengontrolan: Kenaikan Kecepatan Engine Otomatis saat Travel (hanya ZX270 class)
  • Pengontrolan: Kenaikan Kecepatan Operasi
  • Pengontrolan: Batas Kecepatan Operasi
  • Pengontrolan: Engine Learning.

PENGONTROLAN POMPA ZX200

Sistem pengontrolan pompa meliputi fungsi-fungsi :

  • Pengontrolan, Speed Sensing
  • *Pengontrolan, Pump 1 Flow Rate Limit
  • *Pengontrolan, Pump 2 Flow Rate Limit
  • *Pengontrolan, Pump 3 Flow Torque Decrease

CATATAN: *Hanya pada mesin yang dilengkapi dengan optional part yang sesuai (cocok) dengan fungsinya..

Tata-letak Sistem Pump Control

pump control zx200

Pengontrolan, Speed sensing

Fungsinya adalah pengontrolan jumlah aliran dari pompa, dalam merespon perubahan kecepatan engine, karena adanya berbagai variasi beban, sehingga output engine dapat digunakan secara effesien (menghindari terjadinya engine stall, ketika mesin di operasikan dalam kondisi yang jelek seperti ditempat yang tinggi/ peggunungan).

Bekerjanya :

  1. Kecepatan Engine target, adalah telah di-set oleh engine control dial.
  2. MC mengkalkulasikan perbedaan kecepatan antara kecepatan target operasi dan kecepatan aktual operasi yang di-monitor oleh sensor Kemudian MC mengirim signal ke torque control solenoid valve.
  3. Torque control solenoid valve, dalam merespon signal yang diterima dari MC, menghasilkan tekan- an oli pilot, yang dirimkan ke regulator pompa, untuk mengontrol jumlah aliran yang dihasilkan
  4. Bila beban engine naik dan kecepatan operasi aktual menjadi turun, dari-pada kecepatan target operasi, maka sudut kemiringan swash-pompa akan berkurang, sehingga jumlah aliran oli yang dihasilkan pompa akan berkurang. Oleh karena itu beban engine menjadi berkurang dan engine tidak stall.
  5. Bila kecepatan pengoperasian actual lebih cepat dari kecepatan target operasi, sudut kemiringin swash-pompa akan naik, sehingga jumlah aliran yang dihasilkan pompa akan naik, yang menjadikan output engine dapat digunakan lebih effesien

speed sensing

speed sensing 2

Pengontrolan, Kenaikan torque pada kecepatan rendah.

Fungsinya adalah menjadikan mesin dapat travel pada bekerja dengan putaran rendah. Saat dilakukan operasi travel dengan kecepatan putar engine rendah, normalnya pompa hidrolik akan menghasilkan, tekanan oli yang sesuai dengan hasil aliran di titik A, seperti yang digambarkan kurva P-Q disebelah kanan. Untuk itu, bila ada perbedaan hasil aliran antara pompa 1 dan pompa 2, maka mesin akan menjadi mistrack. Untuk menghindari dari terjadinya mistrack, kurva P – Q pompa harus dinaikan, sehingga saat mesin travel dengan keadaan engine putaran rendah, tekanan delivery oli dari pompa, akan sesuai berada di titik B (pada hasil aliran yang maksimum).

Bekerjanya :

  1. Bila kecepatan engine, yang diset oleh engine control dial rendah, MC memproses signal dari pressure travel signal,dan pressure delivery sensor dari pump 1 dan 2 dan mengirimkan signalnya ke torque control solenoid
  2. Torque control delivery valve, akan mengirimkan tekanan oli pilot ke regulator yang sesuai, dengan signal yang diterima dari MC, untuk menaikan hasil aliran dari pompa.

CATATAN: Bila MC, menyetop pengontrolan kenaik- an torque pada kecepatan rendah, saat front atttachment di operasikan sambil travel, maka hasil aliran dari pompa juga akan berkurang dengan segera, dan terjadilah beban kejut pada mesin. Untuk itu, MC selalu menjaga pengontrolan kenaikan torque untuk selalu ada walau- pun front attachment di operasikan secara simultan sambil travel.

kenaikan torque pada kecepatan rendah

kenaikan torque pada kecepatan rendah 2

Pengontrolan, Batas Aliran Pump 1 (Hanya pada mesin yang dilengkapi auxilliary sensor (optional))

Fungsinya: Membatasi, aliran maksimum yang dihasil- kan pump 1, saat penggunaan untuk front attachment (khususnya vibrating hammer).

Bekerjanya :

  1. Bila front attachment digunakan, MC menerima signal dari pressure sensor (auxilliary).
  2. Dalam merespon signal yang datang dari pressure sensor, MC menggerakan maximum pump 1 flow rate limit solenoid valve (optional) untuk mengu- rangi jumlah aliran oli maksimum.

CATATAN: Yang proposional pada gerak langkah pedal pengontrol attachment, banyaknya hasil oli secara maksimum dikurangi. Sudut kemringan minimum yang ter- setting  pada pompa untuk front attachment (hydraulic breaker, se- condary crusher, prymary crusher atau vibrating hammer) dapat di-set atau diatur oleh Dr. ZX dalam mode service- nya.

Pengontrolan, Batas Aliran Pump 2 (Hanya pada mesin yang dilengkapi auxilliary sensor (optional))

Fungsinya: Membatasi, aliran maksimum yang dihasil- kan pump 2, saat penggunaan untuk front attachment (khususnya vibrating hammer.

Bekerjanya :

  1. Bila front attachment digunakan, MC menerima signal dari pressure sensor (auxilliary).
  2. Dalam merespon    signal    yang    datang    dari pressure sensor, MC menggerakan maximum pump 2 flow rate limit solenoid valve (optional) untuk             mengu-rangi jumlah aliran oli

CATATAN: Yang proposional pada gerak langkah pedal pengontrol attachment, banyaknya hasil oli secara maksimum dikurangi. Sudut kemringan minimum yang ter- setting  pada pompa untuk front attachment (hydraulic breaker, se- condary crusher, prymary crusher atau vibrating hammer) dapat di-set atau diatur oleh Dr. ZX dalam mode service- nya.

pengontrolan batas aliran pump

pengontrolan batas aliran pump 2

Pengontrolan, Penurunan Torque Pump 3 (Hanya pada mesin yang dilengkapi dengan pump 3 (Optional))

Fugsinya: Untuk mengurangi torque penggerak pompa 1 dan pompa 2, untuk menghindari terjadi- nya stall pada engine, dengan memanfa- atkan engine output secara effesien, ketika torque penggerak pompa 3 naik

Bekerjanya:Ketika MC menerima signal dari pump 3 delivery sensor (optional), MC meng- gerakan torque control solenoid valve sehingga banyaknya aliran yang dihasikan pump 1 dan pump 2 berkurang. Sehingga jumlah total dari torque penggerak untuk pump 1, 2 dan 3, tetap terjaga, dan tidak melebihi engine output, menjadikan peng- gunaan engine output dapat effesien.

pengaturan penurunan torque pump

pengaturan penurunan torque pump 3

PENGONTROLAN ENGINE ZX200

Sistem pengontrolan engine dibagi dalam grup sebagai berikut :

  • Pengontrolan, Engine Control Dial
  • Pengontrolan, HP Mode
  • Pengontrolan, E Mode
  • Pengontrolan, Auto-Idle
  • Pengontrolan, Auto-Acceleration
  • Pengontrolan , Auto-Warming Up
  • Pengontrolan, Idle Speed-Up
  • Pengontrolan Kenaikan     Kecepatan    Engine Otomatis saat Travel (hanya ZX270 class)
  • *Pengontrolan Kenaikan Kecepatan Operasi Attachment
  • *Pengontrolan Batas     Kecepatan     Operasi Attachment
  • Pengontrolan Engine Learning

CATATAN: *Hanya pada mesin yang dilengkapi dengan optional parts yang sesuai.

tata letak sistem pengontrolan engine

Pengontrolan, Engine Control Dial
Fungsinya: Pengontrolan kecepatan engine dalam me- respon sesuai dengan sudut putar dari engine control dial dan mengurangi kecepatan engine sebanyak 100 rpm, untuk mengurangi pemakaian bahan bakar dan kebisingan suara, ketika semua lever pengontrol dalam keadaan netral.

Bekerjanya: MC menggerakan governor lever, untuk merespon sudut putar dari engine control dial, dalam mengatur kecepatan engine.

CATATAN:* Walaupun ketika control dial diputar pa- da posisi kecepatan penuh, governor lever tidak sampai menyen-tuh stopper dikecepatan penuh (Lihat pada pengontrolan mode HP.)

Saat semua lever pengontrol netral (sensor-sensor travel dan front attachment OFF), MC menggerakan motor EC, sehingga kecepatan engine, berkurang 100 rpm dari kecepatan maksimum-nya.

pengontrolan fuel control dial

CATATAN: Kecepatan engine berkurang 100 rpm dari kecepatan maksimumnya. Oleh karena itu bila kecepatan engine yang terseting oleh engine control dial akan tetap lebih rendah 100 rpm, dan tdak akan berubah. Pengontrolan pengu- rangan kecepatan engine ini akan aktip, tanpa mengidahkan pengontrolan auto- idle dan/ atau auto-accelerasi aktip atau tidak.

pengontrolan fuel control dial 2

Pengontrolan, HP Mode

Fungsinya: Menaikan sedikit tenaga penggalian, seperti untuk operasi arm menekuk kedalam (roll- in), ketika pekerjaan pengerukan pada galian yang dalam.

Bekerjanya:MC menggerakan motor EC, untuk me- naikan      sedikit kecepatan engine, dari kecepatan yang ter-set pada engine control dial, dari kondisi yang ada dengan power mode switch di posisi HP.

  • Engine control dial: di set pada 500 rpm atau lebih.
  • Boom naik (raise) dan/ atau Arm tertekuk kedalam Roll-in), saat bekerja
  • Tekanan delivery dari pompa 1 dan pompa 2 rata- rata tinggi.

pengontrolan HP Mode

CATATAN: Posisi stopper governor engine, di stel pada posisi HP. Sehingga governor lever tidak akan menyentuh stopper saat mode normal.

pengontrolan HP Mode 2

Pengontrolan, E Mode

Fungsinya: Mengurangi kecepatan engine dengan per- bandingan (rasio) spesifikasi yang tetap.

pengontrolan e Mode

Bekerjanya:MC menggerakan motor EC untuk mengu- rangi kecepatan engine yang ter-set oleh engine cotrol dial, bila power mode switch di posisikan E mode. Kecepatan engine akan berkurang secara proposional sesuai dengan sudut putar dari engine control dial.

pengontrolan e Mode 2

 Pengontrolan, Auto-Idle

Fungsinya: Mengurangi kecepatan engine, bila semua control lever di netral, untuk mengurangi pemakaian bahan-bakar dan level kebisingan.

Bekerjanya: Kira-kira 3,5 detik setelah control lever di- kembalikan ke netral, MC menggerakan motor EC, sehingga kecepatan engine berkurang, ke kecepatan auto-idle. Dan segera setelah lever pengontrol di- operasikan (dimana sensor pressure, untuk travel dan/ atau front atachment, menjadi ON) MC menggerakan kembali motor EC, sehingga kecepatan engine naik, pada kecepatan semula/ awal (yang di-set oleh engine control dial).

Sistem auto-idle menjadi tidak aktif bila:

  • Control Lever: Di-operasikan (ada satu di antara sensor pressure lever pengontrol travel atau front attachment yang menjadi ON)
  • Power Mode Switch: Bila E mode berubah ke P mode atau P mode berubah ke E
  • Engine Control Dial: Bila kecepatan engine diubah.

auto idle

auto idle 2

Pengontrolan, Auto Acceleration

Fungsinya: Mengatur secara otomatis kecepatan engine agar sesuai dengan kondisi peng- operasian mesin. Bila semua lever pengontrol dalam keadaan netral, kecepatan engine akan berkurang, untuk mengurangi pemakaian bahan-bakar dan menurunkan level kebisingan suara.

Bekerjanya: Sa’at lever pengontrol di-operasikan deng- an selector auto-idle/ accleration di posisi auto-accelerasi, MC mengkalkulasikan ke- sesuaian kecepatan engine dengan kondisi operasi, sesuai dengan signal yang diterima dari sensor-sensornya (travel, swing, boom naik, dan arm tekuk kedalam/ roll-in), sensor control pressure pompa dan sensor delivery pressure pompa. Kemudian MC menggerakan motor EC sehingga kecepatan engine diset, sesuai dengan kecepatan sudut putar yang dihasilkan oleh kalkulasi MC. Bila semua lever pengontrol dikembalikan ke netral, kecepatan engine akan berkurang 400 rpm dari kecepatan maksimum awal. Dan kemudian, 3,5 detik berikutnya, kecepatan engine akan turun lagi ke kecepatan setting auto-idle.

CATATAN: Bila semua lever pengontrol dikembali- kan ke netral, kecepatan engine akan berkurang 400 rpm, dari kecepatan maksimum. Bilamana kecepatan engine yang di-set oleh engine control dial dan berjalan pada kecepatan lebih rendah dari kecepatan maksimum yang dikurangi 100 rpm, maka kecepatan engine hanya akan berkurang 300 rpm.

Kecepatan Engine VS. Operasi Lever Pengontrol :
auto acceleration

Progress Waktu Pengoperasian  VS  Perubahan Kecepatan Engine
auto acceleration 2

auto acceleration 3

Pengontrolan, Auto Warming Up

Funngsinya: Pemanasan awal secara otomatis pada sistem hidrolik (Hampir sama dengan choke-otomatis pada otomobil).

Bekerjanya: Bila temperatur oli hidrolik dibawah 0° C (32° F), MC menggerakan motor EC dalam merespon signal dari kunci kontak dan sensor temperatur oli hidrolik, untuk menjalankan engine pada kecepatan otomatis warming-up, selama 15 menit, setelah engine start.

PENTING: Bila menyetel untuk men-tidak aktip-kan kecepatan auto-idle, fungsi pengontrolan auto warmimg-up dengan menggunakan Dr. ZX atau tunggu untuk melakukan penyetelan sampai 15 menit setelah engine start.

auto warming up

auto warming up 2

Pengontrolan, Idle Speed-Up

Fungsinya: Untuk menghindari terjadinya hunting (suara berayun) pada engine, saat engine berjalan pada kecepatan rendah.

Bekerjanya:Bila fungsi travel atau fungsi front attach- ment di operasikan, sambil engine berjalan pada kecepatan antara kecepatan minimum dan kecepatan idle speed-up, MC meng- gerakan motor EC sehingga kecepatan engine naik pada kecepatan Idle Speed-Up.

idle speed up

idle speed up 2

Pengontrolan Kenaikan Kecepatan Operasi Attachment (Hanya pada mesin yang dilengkapi dengan auxiliary mode switch (Optional).)

Fungsinya: Menaikan kecepatan maximum engine untuk attachment sesuai (hydraulic breaker, secondary crusher, primary crusher atau vibrating hammer) kecepatan kerja engine di set dengan Dr. ZX saat attachment di- operasikan

Bekerjanya: Saat kondisi bekerja, MC menggerakan motor EC, sehingga kecepatan maksimum engine naik sampai kecepatan kerja attachment yang di-set oleh Dr. ZX, ketika attachment dioperasikan.

Kondisi Pengoperasian :

  • Dr. ZX: Me-reset kecepatan maksumum engine untuk lebih cepat (+) kecepatan kerja attachment (hydraulic breaker, secondary crusher, primary crusher, atau vibrating hammer) dalam service mode.
  • Engine Control Dial: Posisi Kecepatan Maksimum Power Mode Switch: HP Mode
  • Auxiliary: Beroperasi
  • Work Mode Switch: Attachment Mode
  • Auxiliary Mode Switch (Optional): Attachment position (hydraulic breaker, secondary crusher, primary crusher, atau vibrating hammer) di-reset oleh Dr. ZX.

kenaikan kecepatan operasi attachment

CATATAN: Bila P mode engine speed di set awal lebih rendah dalam Dr. ZX service mode, kecepatan maksimum engine, tidak dapat naik lagi, saat attachment bekerja.

kenaikan kecepatan operasi attachment 2

Pengontrolan Pembatasan Operasi Attachment (Hanya pada mesin yang dilengkapi dengan auxiliary mode switch (Optional).)

Fungsinya: Menurunkan kecepatan maximum engine untuk attachment sesuai (hydraulic breaker, secondary crusher, primary crusher atau vibrating hammer) kecepatan kerja engine di set dengan Dr. ZX saat attachment di- operasikan.

Bekerjanya:Saat kondisi bekerja, MC menggerakan motor EC, sehingga kecepatan maksimum engine turun sampai kecepatan kerja attachment yang di-set oleh Dr. ZX, ketika attachment mode dipilih.

Kondisi Pengoperasian :

  • Dr. ZX: Me-reset kecepatan maksumum engine untuk lebih cepat (+) kecepatan kerja attachment (hydraulic breaker, secondary crusher, primary crusher, atau vibrating hammer) dalam service mode.
  • Engine Control Dial: Posisi Kecepatan Maksimum Power Mode Switch: HP Mode
  • Auxiliary: Beroperasi
  • Work Mode Switch: Attachment Mode
  • Auxiliary Mode Switch (Optional): Attachment position (hydraulic breaker, secondary crusher, primary crusher, atau vibrating hammer) di-reset oleh Dr. ZX.

pembatasan operasi attachment

pembatasan operasi attachment 2

Pengontrolan, Engine Learning

Fungsinya: Memberi input/ masukan posisi stopper governor lever pada kedua sisi, STOP dan FULL, sebagai standar data untuk pengontrolan engine.

Bekerjanya: Bila learning switch di konsol belakang diposisikan ke posisi engine learning, motor EC digerakan oleh signal dari MC. Motor EC menggerakan governor lever dari posisi IDLE  ke Full dan ke STOP sesuai urutannya. EC sensor mendeteksi posisi stopper daripada governor lever pada pada kedua sisi FULL dan STOP, dan mengirimkankan masing-masing signal posisi stopper ke MC. MC akan menyimpan signal ini dalam memorynya.

engine learning