Masalah Wiring Harness pada Mesin Alat Berat

Masalah wiring harness dapat pula terjadi pada machine atau engine. Periksa kondisi wiring, connector, dan fuse apakah terjadi open atau short.

Pin A dan B pada Service Tool Connector digunakan untuk power supply ke Communication Adapter. Power supply dapat saja terhubung ataupun tidak terhubung dengan ignition switch. Tegangan dapat diperiksa pada pin ini (pin A dan B).

Termination resistor dibahas pada gambar di atas.

Data link cable harus dipuntir (twisted) untuk mencegah RFI (Radio Frequency Interference).

Termination resistor normalnya terpasang pada sirkuit CAN data link. Bila komponen ini tidak terpasang, maka tidak akan mungkin untuk mem-flash ECM dengan file yang baru melalui CAN data link. Bila CAN data link terpasang pada engine atau machine, maka tidak perlu memasang termination resistor. Service literature tidak selalu menjelaskan mengenai perlunya terminating resistor pada engine CAN data link circuit.

Termination resistor dapat dibandingkan dengan 3408E HEUI engine hydraulic system sebagai analogi. Saat injector mati, gelombang tekanan terjadi dan akan kembali ke sistem dan akan mempengaruhi timing pada barisan injector yang berlawanan. Check valve dipasang pada sistem untuk mencegah pengaruh tersebut pada injector lain.

Pada cara yang sama, sinyal CAN mengalir melalui sirkuit dan dipantulkan kembali dari ujung sikuit yang menyebabkan sinyal yang salah memantul disekeliling sistem dan menyebabkan datanya rusak.

Termination resistor mencegah agar hal di atas tidak terjadi.

5 Manajemen Alat Berat yang Harus Diterapkan untuk Kesuksesan Kerja

Untuk bisa memperoleh keuntungan yang diharapkan tentu saja pemilik alat berat harus melakukan manajemen terhadap unit yang mereka miliki. Serangkaian aktivitas dan proses manajemen tersebut hendaknya selalu berpedoman pada tiga strategi pokok yang menjiwai seluruh proses manajemen yang dilakukan.

Ketiga hal tersebut adalah:

  • Rancang dan operasikan alat agar selalu konsisten memenuhi target produksi dan dengan biaya yang seoptimum mungkin. Ini adalah marupakan strategi dasar bagi semua kegiatan produksi. Dalam hal manajemen alat berat memenuhi target produksi mengandung pengertian bahwa pemilik alat harus selalu membuat rencana produksi yang realistis sesuai dengan kapasitas produksi alat tersebut, medan kerja serta kondisi lingkungan sekitar yang dihadapi. Menjaga kondisi alat berat agar selalu tetap prima juga merupakan usaha yang harus terus dilaksanakan secara konsisten. Sedangkan yang dimaksud dengan penggunaan biaya seoptimal mungkin adalah suatu usaha memperoleh manfaat yang semaksimal mungkin dari semua biaya yang timbul dari pengoperasian alat yang digunakan. Pemilik alat berat jangan terjebak untuk menekan biaya operasi secara membabi buta, harus dipertimbangkan juga akibat yang akan timbul dari pengurangan biaya tersebut. Apabila kerugian yang timbul akibat penekanan biaya tersebut tidak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh maka hendaknya usaha pengurangan biaya tadi harus dikaji ulang kembali. Secara eksplisit maka usaha untuk megeluarkan biaya seoptimal mungkin adalah proses mengelola resiko (risk management).
  • Ketahui kinerja alat sesungguhnya mengandung pengertian untuk selalu memonitor kondisi alat berat yang sedang dioperasikan. Dengan kondisi yang selalu termonitor maka pemilik bisa dengan segera mendeteksi adanya kerusakan sedini mungkin sebelum kerusakan tadi menjadi parah. Informasi tersebut sangat penting karena dengan deteksi dini maka akan banyak sekali biaya yang bisa dihemat, selain itu pemilik dapat memiliki keleluasaan untuk menentukan langkah apa yang akan diambil.
  • Optimalisasi kinerja alat dapat dilakukan apabila dua strategi sebelumnya diatas sudah dilakukan. Strategi selanjutnya untuk bisa meningkatkan keuntungan adalah dengan melakukan terobosan terobosan baru berdasarkan data dan pengalaman sebelumnya. Optimalisasi kinerja alat merupakan proses menemukan metoda agar kinerja alat dapat lebih ditingkatkan dengan tingkat resiko yang tetap dapat dikendalikan.

Untuk merumuskan tiga strategi dasar tadi menjadi proses manajemen yang bisa direalisasikan maka terdapat lima langkah manajemen yang harus dilakukan, kelima hal tersebut adalah:

  • Manajemen Pemilihan Alat
  • Manajemen Pembelian
  • Manajemen Pengoperasian
  • Manajemen Perawatan
  • Manajemen Peremajaan.

Kelima hal tersebut hendaknya dilakukan secara terkoordinasi dan berkesinambungan. Secara garis besar masing-masing proses akan dijelaskan pada bagian berikut ini. Selanjutnya penjelasan hanya difokuskan pada manajemen perawatan alat berat saja.

Diagnosis Trouble pada Alat Berat menggunakan Cat ET

Sumber masalah komunikasi dapat dikelompokkan dalam lima hal, seperti berikut ini:

  • Communication Adapter: Hardware atau software
  • Cables: Open atau short circuit
  • PC: Masalah pada komputer, hardware atau software
  • Cat ET Preferences: Preferences tidak diset dengan benar
  • Application System: Power supply, data link wiring, connector, fuse, ECM problem, flash file.

PC driver terpasang secara otomatis saat instalasi Cat ET software.

Flash file (firmware) juga dimuat kedalam PC oleh Cat ET software, akan tetapi biasanya pada saat instalasi akan ditanyakan apakah akan disertakan atau tidak pada saat instalasi.

CATATAN: Jangan dibingungkan dengan penyimpanan flash file software (firmware) dan proses flashing.

Perhatikan tanda-tanda kerusakan pada konektor dan body-nya. Ganti dengan alat lain bila memungkinkan, untuk memastikan problem.

Periksa alat dari kerusakan fisik, lihat pin dan konektornya.

Periksa apakah terdapat arus listrik menuju Comm Adapter II, dengan cara memperhatikan lampu suplai tenaga (power, panah).

Problem yang paling umum adalah keyswitch. Keyswitch harus di-ON-kan dan panel warning light (lampu peringatan pada panel) menunjukkan adanya arus menuju sistem.

troubleshooting et 2

Data link cable terkini tahan terhadap kemungkinan kelemahan dibandingkan dengan jenis sebelumnya. Jenis ini telah diperkuat pada sekitar connector (panah) cable entry.

Kerusakan pada cable dapat menyebabkan dua masalah dasar: tidak ada arus menuju Communication Adapter, yang mengarah ke tidak adanya komunikasi, atau data link problem yang juga menyebabkan tidak terjadi komunikasi.

Metoda sederhana untuk men-troubleshoot kabel adalah dengan cara menukar kabel dengan kabel yang lain yang sama.

Bila digunakan kabel yang bukan data link cable standar dengan CAN data link, dan lebih panjang dari spesifikasi normal, CAN communication problem dapat terjadi.

CATATAN: Communication Adapter I data link cable yang lebih panjang dapat digunakan dengan Communication Adapter II. Akan tetapi, CAN tidak akan berfungsi karena CAN connection tidak terdapat pada kabel jenis ini.

troubleshooting et 3

Karena berbagai sebab, comm port dapat menjadi tidak aktif. Sebagai contoh, Palm Pilot computer atau Smart Board software saat dipasang pada Laptop computer dapat menyebab- kan comm port menjadi tidak aktif untuk Cat ET communication. Infrared port dapat pula menyebabkan konflik dengan comm port. Atau karena memang comm port belum diaktifkan sebelumnya.

USB/Serial Adapter driver dipasok bersama dengan adapter. Software ini harus dipasang sebelum mengunakan adapter. Juga periksa pemilihan comm port untuk adapter pada Cat ET preferences. USB adapter akan menggunakan port yang berbeda dengan yang diguna- kan serial cable sebelumnya.

Kadang-kadang saat menggunakan Dataview akan terjadi konflik antara Cat ET dengan PC Comm Port. Bila digunakan driver Dataview yang terbaru, hal ini tidak akan terjadi.

troubleshooting et 4

Saat mentroubleshoot masalah komunikasi antara PC dan Cat ET, layar/tampilan informasi di atas dapat berguna. Informasi pada layar memberikan sumber informasi mengenai PC dan sistem aplikasi

Tekan Ctrl + I untuk mengakses informasi di atas.

Kemungkinan lain dari timbulnya masalah komunikasi adalah pemilihan Communication

Adapter atau comm port yang tidak tepat.

CATATAN: Bila USB adapter dipasang pada serial cable, perubahan pada preferences harus dilakukan untuk pilihan comm port yang baru. Baud rate juga perlu diubah bila Communication Adapter I digunakan dengan USB adapter.

Preferences juga dapat dipilih melalui menu Communication Adapter Toolkit, tanpa menjalan kan program Cat ET saat troubleshooting.

Bila keyswitch pada posisi OFF, ECM tidak akan di-energize dan komunikasi tidak akan terjadi. Service Tool Connector tidak mendapatkan suplai arus untuk Communication Adapter (ini ber variasi tergantung application wiring arrangement).

Pastikan pula battery master switch pada posisi ON.

Kesimpulan:

  • ECM dan Service Tool Connector (untuk Communication Adapter) harus mendapatkan suplai arus agar dapat berkomunikasi
  • ECM harus mempunyai flash file yang benar agar dapat berkomunikasi. Gunakan WinFlash untuk memastikan file ini ada dan tidak rusak
  • Bila tegangan dari battery melebihi 40 Volt, ECM akan dimatikan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Kondisi ini dapat disebabkan kerusakan pada alternator voltage regulator
  • Tegangan sirkuit yang tinggi (>40 volt) akan menyebabkan engine mati (shutdown) dan terjadi kegagalan komunikasi dengan Cat ET.

Struktur & Fungsi Pompa Bahan Bakar pada Mesin Diesel Alat Berat

Fuel supply pump terletak disisi kiri engine dan digerakan oleh timing gear dengan arah putaran searah dengan putaran engine. Fuel supply pump terdiri dari priming pump, feed pump dan high pressure pump. Fuel supply pump berfungsi untuk menghasilkan fuel bertekanan ke dalam common rail dengan cara mengatur fuel disharge dari fuel pump.

Secara umum fuel supply pump terdiri dari low pressure pump dan high pressure pump. Low pressure pump mempunyai tipe internal rotor pump atau trochoid pump yang berfungsi sebagai feed pump. Low pressure pump berfungsi untuk mentransfer fuel dari fuel tank ke kedua high pressure pump. Selain feed pump, fuel supply pump juga mempunyai priming pump yang berfungsi untuk mentransfer fuel dari fuel tank ke high pump dengan cara manual. Biasanya priming pump digunakan pada saat bleeding udara pada fuel system.

High pressure pump berfungsi untuk mentransfer fuel ke common rail. Berbeda dengan low pressure pump, high pressure pump mampu mentransfer fuel ke common rail dengan tekanan yang tinggi. High pressure fuel pump digerakan oleh camshaft pada fuel supply pump.

Struktur dan Fungsi Fuel Supply Pump

supply pump 2

Pump control valve (discharge amount control valve) terpasang pada masing-masing silinder fuel pump untuk mengatur sistem pemompaan fuel dan mengatur fuel disharge amount (jumlah fuel outlet fuel pump).

supply pump 3

supply pump 4

Fuel supply pump mempunyai cam dengan 3 buah protusion (cam lobe) sehingga jumlah silinder pada high pressure pump dapat dikurangi menjadi 1/3 dari jumlah silinder engine. Lebih detailnya adalah sebagai berikut:

  • 2 X putaran crankshaft = 1 X putaran fuel pump drive shaft
  • 1 high pump = 3 cam lobe
  • 2 X putaran crankshaft = 3 X proses pemompaan fuel ke common rail.

Dari pernyataan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa:

Dalam 2 X putaran crankshaft akan menghasilkan 6 X langkah pemompaan fuel dari kedua high pump (no.1 dan no.2) ke common rail untuk melayani 6 injector.

Jumlah langkah pemompaan fuel ke common rail adalah sama dengan jumlah langkah penginjeksian fuel ke ruang bakar sehingga memungkinkan tercapainya kestabilan pressure pada common rail.

Pemompaan fuel dari high pressure fuel pump ke common rail dibagi menjadi:

  1. No.1 high pressure pump berfungsi untuk mencegah terjadinya penurunan pressure di common rail pada saat terjadi proses injeksi di silinder no. 1, no.2 dan no.3
  2. No.2 high pressure pump berfungsi untuk mencegah terjadinya penurunan pressure di common rail pada saat terjadi proses injeksi di silinder no. 4, no.5 dan no.6.

Skema High Pressure Fuel Pump pada Alat Berat

Fuel supply pump terdiri dari 2 high pump yaitu NO. 1 High Pressure Pump (yang paling dekat dengan fuel supply pump drive gear) dan NO.2 High Pressure Pump. High pressure pump adalah fuel pump dengan tipe piston pump yang berfungsi untuk mengalirkan fuel dari low pressure circuit menuju ke common rail.

High pressure pump terdiri dari pump housing, plunger, plunger spring, lower spring seat, upper spring seat, tappet, dan delivery valve.

Dengan adanya cam lobe pada camshaft, gerakan berputar dari camshaft (recirculating) akan dirubah menjadi gerakan naik turun pada plunger (reciprocating) oleh tappet. Gerakan naik turun dari plunger tersebut akan memompakan fuel dari low pressure circuit menuju ke common rail.

Delivery valve terletak pada sisi outlet high pressure pump. Prinsip kerja komponen tersebut sama dengan prinsip kerja check valve. Komponen ini berfungsi untuk mencegah aliran balik fuel dari common rail ke plunger.

Penggunaan Teknologi CRI Fuel System pada Engine Komatsu

CRI fuel system merupakan salah satu teknologi fuel system yang dipakai pada engine Komatsu 6D125E-3 series dan engine 6D140E-3 series. Kedua type engine tersebut (6D125E-3 series dan 6D140E-3 series) sudah memenuhi standard emisi gas buang sehingga engine tersebut ramah lingkungan.

Dibandingkan dengan fuel system lain, CRI fuel system mempunyai keunggulan sebagai berikut:

  • Penggunaan atau aplikasi yang luas. CRI fuel system dipakai pada light vehicle, alat-alat berat, lokomotif, kapal laut dsb
  • Tekanan injeksi yang tinggi (high pressure injection) mencapai 1400 bar
  • Awal injeksi yang dapat diubah-ubah
  • Memungkinkan injeksi bahan bakar ke ruang bakar dapat dibagi dalam beberapa tahap yaitu: pilot injection, main injection dan post
  • Memenuhi peraturan standard emisi gas.

Penggunaan CRI fuel system:

  1. Engine 6D125E-3 series : PC400, WA470, HD255 dsb
  2. Engine 6D140E-3 series : PC600, 800, WA500, GD825, PC1800, D155A, HD325 dsb.

mtu engine

Selain engine tersebut di atas, sebenarnya CRI fuel system sudah lama digunakan pada alat berat contohnya adalah MTU DDC 4000 series pada Haulpak 830E dan Haulpak 930E.

Perbandingan antara engine 6D140-2 dengan 6D140E-3 adalah:

1. Electronic Control High Pressure Fuel Injection System

ecm cri

Engine 6D140-2 series menggunakan mechanical governor dengan jerk type in-line injection pump. Sedangkan engine 6D140E-3 menggunakan CRI (Common Rail Injection) fuel system dengan electronic control high pressure fuel injection. Dengan teknologi CRI Fuel system, fuel dapat diinjeksikan dengan pressure sampai dengan 118 MPa (1200 kg/cm2) dari low speed sampai dengan high speed.

Electronic control system pada CRI memungkinkan pengontrolan injeksi fuel yang optimal menyesuaikan kecepatan dan beban engine, pengaturan emisi gas buang (exhaust gas), pengaturan fuel consumption dan low noise.

Selain untuk mengontrol injeksi fuel system ke ruang bakar, electronic control system juga berfungsi untuk melindungi engine dari kerusakan. Misalnya water temperature yang tinggi, lubricating pressure yang rendah, fuel pressure yang rendah dsb.

2. Piston

piston cri

Piston yang dipakai pada engine 6D140E-3 adalah high quality steel casting dengan shaker cooling galley, sedangkan re-entrant combustion chamber masih tetap sama dengan engine 6D140-2 dengan pemuaian material yang minimum. Hasilnya engine tersebut tidak hanya memiliki exhaust gas yang lebih bersih/lebih sehat, warna exhaust gas yang bersih dan fuel consumption yang rendah, tetapi juga high durability dan high reliability.

3. Compression Ratio
Compression ratio dinaikkan untuk meningkatkan efisiensi pembakaran, low fuel consumption dan mengurangi emisi dari white smoke (asap putih) pada saat engine distart dalam kondisi dingin. Sebagai tambahannya penggunaan electronic control high pressure fuel injection system dan karakteristik semprotan (spray) injector pada temperature rendah didesain atau dirancang untuk meningkatkan starting performance dan mengurangi emisi white smoke.

4. Turbocharger

turbocharger cri

turbocharger cri 2

  1. Blower housing A. Intake inlet Specifications
  2. V-band B. Intake outlet Type: Komatsu KTR110L (air-cooled)
  3. Diffuser plate C. Exhaust inlet Overall length: 308mm
  4. Center housing D. Exhaust outlet Overall width: 305mm
  5. Shroud E. Oil inlet Overall height: 287mm
  6. Turbine housing. Oil outlet Weight: 24kg
  7. Turbine impeller
  8. Seal ring
  9. Bearing
  10. Thrust bearing
  11. Seal ring
  12. Blower impeller.

Engine 6D140E-3 menggunakan turbocharger dengan tipe KTR110, yang mempunyai keunggulan high durability dan high performance. Keunggulan dari turbo tipe ini adalah terletak pada saluran supply air resirculation untuk mengontrol kenaikan tekanan udara pada ujung blower dan desain yang high efficiency pada turbin.

5. Piston Cooling Nozzle

piston cooling nozle cri

Pada generasi engine 6D140E series sebelumnya, hanya terdapat 1 piston cooling nozzle pada masing-masing silinder. Tetapi pada engine 6D140E-3 series menggunakan 2 piston cooling nozzle, hasilnya ketahanan dan umur piston menjadi bertambah, temperature pada bagian bawah piston berkurang, sehingga mencegah kenaikan temperature oli yang berlebihan dan juga mencegah proses deteriorisasi pada oli.

6. Silinder Block
Silinder block pada engine 6D140E-3, overall length (panjang keseluruhan), overall width (lebar keseluruhan) dan overall height (tinggi keseluruhan) adalah sama dengan engine 6D140E-3 sebelumnya. Sebagai tambahannya the top surface thickness (ketebalan permukaan atas) cylinder block ditambah untuk menekan terjadinya deformasi setelah pemakaian engine dalam waktu yang lama, sehingga mempermudah proses machining pada saat melakukan rebuild pada engine. Selain itu kekuatan (rigidity) main ribs ditambah sehingga akaan menambah kekuatan, menekan atau mengurangi deformasi dan getaran pada silinder block pada saat dibebani.

7. Under Frame

piston cooling nozle cri

underframe 2

Pada engine 6D140E-3 terdapat 3 under frame berbentuk balok besi yang dipasang pada permukaan bawah silinder block untuk mengurangi getaran dan noise pada silinder block.

8. Fuel Pump

supply pump

High pressure fuel pump pada engine S6D140E-3 series berfungsi untuk mengalirkan/memompakan fuel dengan tekanan tinggi ke dalam sistem CRI. Jika dibandingkan dengan FIP, high pressure pump mempunyai ukuran yang lebih kecil dari FIP, ± 1/3 dari ukuran FIP. Fuel pump tersebut mempunyai flange sebagai pengganti dari saddle mount dan terhubung dengan timing gear case.

Kapasitas lubrication pump engine S6D140E-3 diperbesar 15% dari lubrication pump engine generasi. Dengan adanya penambahan kapasitas diharapkan dapat menambah relialibilty dan durability dari engine.

Air cleaner pada engine S6D140E-3 series juga mengalami modifikasi yaitu dari end face seal type menjadi radial seal type. Modifikasi ini bertujuan untuk mencegah debu masuk kedalam akibat deformasi dari seal tsb.

9. Oil Filter

oil filter

oil filter 2

Oil filter yang dipakai pada engine S6D140E-3 series adalah combination filter yang high performance dan high efficiency.

10. Fuel Filter

FUEL FILTER

Fuel filter pada engine S6D140E-3 series adalah high permonce and high efficiency fuel filter. Untuk lebih lengkapnya lihat pada bahasan fuel filter.

Schedule Oil Sample sebagai Bagian dari Perawatan Alat Berat

Elemen ketiga dari manajemen perawatan adalah pengambilan oli secara berkala atau yang juga biasa disebut sebagai scheduled oil sample disingkat menjadi SOS.

SOS adalah Pengambilan contoh oli secara berkala guna dianalisa kandungan dan kualitasnya di laboratorium.

Tujuan dilaksanakannya SOS ini adalah untuk Mengetahui kondisi oli dan kondisi komponen–komponen dimana oli tersebut bekerja. Pengambilan contoh olinya dilakukan secara berkala dari tiap sistem (engine, hidrolik, drive train, final drive) untuk diperiksa di laboratorium SOS Caterpillar.

pengambilan sos 2

Prosedur pengambilan contoh oli dan pengisian label informasi yang benar dan adalah sangat penting untuk memastikan keakuratan pemeriksaan, analisa dan pemberian rekomendasinya.

Apabila elemen SOS ini secara disiplin dilakukan maka akan didapatkan hasil-hasil sebagai berikut:

  • Perbaikan sebelum rusak
  • Penjadwalan perbaikan
  • Mendeteksi adanya kerusakan pada komponen sedini mungkin
  • Rekomendasi langkah – langkah apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki masalah
  • Mencegah timbulnya kerusakan parah.

Proses pemeriksaan terhadap oli yang dikirimkan ke laboratorium SOS meliputi permeriksaan terhadap:

  • Analisa laju keausan
  • Analisa kebersihan oli
  • Analisa kontaminasi oli
  • Analisa cairan pendingin (fluid analysis).

Dalam melakukan analisa terhadap contoh oli maka proses yang terjadi adalah membandingkan antara kondisi contoh oli tersebut dengan kondisi oli yang diperoleh dari uji empiris yang dilakukan di pabrik sebelum machine atau engine tersebut dijual ke pasar bebas.

fluid analysis

Setelah pabrik melakukan serangkaian uji empiris terhadap kondisi oli saat digunakan pada machine atau engine maka data tersebut disimpan secara elektronik dalam suatu system database berbasis komputer. Data ini juga yang tersimpan dalam setiap SOS database information yang ada di tiap Cat SOS laboratories. Ilustrasi di bawah ini menunjukan bagaimana aliran proses yang saling berhubungan antara pengujian empiris di pabrik dan analisa yang dilakukan terhadap tiap contoh oli di Cat SOS laboratories. Dari gambar di atas bisa dilihat bahwa semua unit Caterpillar baik machine maupun engine sebelumnya telah melalui serangkaian pengujian untuk mendapat data empiris dari karakter laju kausan, kondisi oli dan kontaminasi.

analisa laju keausan

Dari data tersebut maka segera bisa diketahui apabila terjadi suatu kondisi yang tidak normal. Sebagai ilustrasi tambahan bisa dilihat pada gambar yaitu contoh dari suatu pola laju keausan komponen yang dideteksi dari serbuk logam pada oli. Pola laju keausan pada tiap-tiap unsur komponen seperti Fe, Ni, Co memiliki kesamaan bentuk yang menyerupai seperti bentuk bak mandi (bath tub curve). Tentu saja satuan laju keusannya (ppm) yang memiliki nilai berbeda.

analisa laju keausan 2

Dengan merujuk pada informasi wear table spesification tersebut maka apabila kita melakukan pemeriksaan terhadap laju keausan dari suatu unsur contoh oli, hasilnya bisa kita masukan kedalam grafik tersebut. Untuk suatu waktu (SMU) tertentu maka bisa ditentukan apakan keusan yang timbul masih dalam nilai spesifikasi normal atau tidak (masih masuk diantara nilai max dan min). Apabila pemeriksaan dilakukan secara periodik sesuai dengan jadwal maka bisa didapat suatu rangkaian nilai actual keausan yang berbentuk trend.

Dengan kurva trend yang didapat maka dapat diambil suatu tindakan pencegahan apabila trend yang didapat menunjukan ada kecenderungan nilai keusan akan keluar dari spesifikasi yang ada. Pada gambar 16 maka dapat diambil tindakan setelah melihat hasil pemeriksaan oli yang ketiga (X3) karena dari garis trend terlihat kecenderungan laju keausan akan berada diluar nilai spesifikasi setelah melewati masa pemeriksaan yang ketiga tersebut. Informasi yang bisa didapatkan dari hasil pemeriksaan empiris oleh pabrik tersebut adalah kemampuan untuk memberikan rekomendasi komponen apa yang harus diperiksa apabila ditemukan laju keausan yang berlebih dari suatu unsur.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui secara pasti apakah keausan berlebih tersebut berasal dari komponen yang dicurigai.Unsur dasar yang terdeteksi dan sumbernya dapat dilihat pada daftar berikut ini:

logam sos

Selain dari pemahaman mengenai hasil pemeriksaan dari SOS laboratorium, dan rekomendasi teknis yang bisa diberikan terdapat hal lain yang tidak kalah pentingnya yaitu bagaimana mengkomunikasikannya kepada pemilik unit.

fluid analysis program

Dalam hal mengkomunikasikan hasil dari pemeriksaan contoh oli maka yang mejadi tanggung jawab dealer adalah:

  • Memberikan laporan tertulis atau elektronik yang berisi:
    • Hasil observasi
    • Analisa
    • Evaluasi
    • Rekomendasi.
  • Dalam kondisi darurat maka laporan harus tiba dalam waktu maksimum 24 jam
  • Tindak lanjut dari rekomendasi.

Sedangkan pelanggan sebagi pemilik alat berat memiliki tanggung jawab sebagai berikut:

  • Memberikan catatan perawatan yang akurat dengan catatan SMU/jarak. Hal ini diperlukan untuk mendata riwayat dari unit yang bersangkutan
  • Melakukan pengambilan sample oli dengan prosedur dan selang waktu yang benar.

Prosedur pengambilan contoh oli sangat mempengaruhi keakuratan dari analisa yang dilakukan.

  • Memberikan informasi sample oli dan penambahan oli kalau ada dengan benar dan lengkap. Penambahan oli saat unti beroperasi akan memberikan pengaruh berupa penambahan faktor koreksi pada perhitungan dan analisa yang dilakukan di laboratorium
  • Menginformasikan perubahan kondisi & unjuk kerja. Kondisi & unjuk kerja menjadi faktor atau parameter yang menentukan rekomendasi yang akan diberikan
  • Melakukan pemeriksaan filter bekas. Pemotongan filter dan pemeriksaan filter bekas merupakan pemeriksaan lapis pertama yang mampu mendeteksi partikel kontaminan berukuran besar yang tidak mempu di deteksi oleh laboratorium SOS
  • Melakukan pemeriksaan magnetic plug. Pemeriksaan magnetic plug harus dilakukan sebagai pemeriksaan lapis pertama yang mampu menangkap partikel berukuran besar yang tidak mampu dideteksi oleh laboratorium SOS
  • Memeriksa adanya kebocoran. Kekurangan oli akibat kebocoran dapat dengan cepat merusak sistem.

Kerjasama antara dealer sebagai penyedia layanan pemeriksaan SOS dan pelanggan sebagai pemilik unit harus berjalan dengan baik. Hal ini sangat penting karena laboratorium SOS sendiri memiliki beberapa keterbatasan yaitu tidak mampu mendeteksi beberapa hal sebagai berikut:

  • Kelelahan Material / Fatique
  • Serpihan metal (diatas 40 mikron)
  • Kurang Oli.

Spesifikasi Oli untuk Gear pada Alat Berat Caterpillar

Beberapa machine Caterpillar masih menggunakan oli gear yang juga biasa dipakai pada kendaraan otomotif di kompartemen final drive dan bagian lainnya yang memiliki gear. Oli gear ini telah ditentukan spesifikasinya oleh API dan juga oleh spesifikasi militer. Oli gear tidak dapat digunakan pada differensial yang spesifikasinya harus menggunakan oli TO-4 atau FD-1. Oli gear Caterpillar sendiri telah memenuhi spesifikasi: API GL-5, MIL-L2105D, L-37 dan L-42.

Komposisi Pelumas untuk Alat Berat

Pelumas alat berat dibuat dengan cara menggabungkan base stocks dan additives. Secara umum komposisi campurannya adalah 80% base stocks dan 20% additives.

sos oli

Base stock merupakan bahan baku utama yang menyusun suatu cairan pelumas. Banyak proses yang harus dilalui untuk meng-ekstrak base stock pelumas dari sumber crude oil. Kwalitas dari crude oil dan proses pengolahannya akan menentukan unjuk kerja dari base stocks tersebut. Pada beberapa kasus base stocks merupakan hasil sintesa dari sumber minyak yang lain selain crude oil sehingga disebut base stocks sintetik. Base stocks sintetik ini biaya produksinya lebih tinggi. Untuk pelumas alat berat, base stocks harus ditambah oleh zat additives untuk melindungi komponen yang bergerak, mengontrol deposit, dan menambah kemampuan gesekan.

Secara umum terdapat tiga jenis base stocks yang dikenal saat ini, yaitu:

  • Konvensional
  • Highly refined conventional
  • Sintetik.

Masing-masing jenis base stocks memerlukan jenis additives tertentu agar mampu memberikan unjuk kerja yang maksimum. Base stocks konvensional dan highly refined menggunakan crude oil sebagai bahan baku. Jenis dan proses pemurnian yang dilakukan akan menentukan kwalitas dari base stocks tersebut. Base stocks sintetik terbuat dari berbagai macam sumber minyak. Karakteristik base stocks jenis ini adalah memiliki ketahanan oksidasi pada suhu yang tinggi dan memiliki kemampuan alir yang baik saat suhu rendah. Base stocks sintetik tetap masih memerlukan additives apabila akan dipergunakan sebagai pelumas pada alat berat.

Additives untuk pelumas alat berat dicampurkan ke dalam base stocks pada suatu kondisi yang terkontrol di pabrik pencampurnya. Additives untuk pelumas alat berat diproduksi oleh empat pemasok utama, yaitu:

  • Afton
  • Infinum
  • Lubrizol
  • Oronite.

sos oli 2

Jenis additives yang biasa digunakan adalah:

  • Detergents: Mengurangi timbulnya deposit, mengotrol korosi
  • Dispersant: Menjaga agar jelaga (soot) tidak menggumpal, mengontrol keausan, mengurangi timbulnya lumpur (sludge), mengontrol peningkatan viskositas
  • Anti-oxidants: Menghambat oksidasi
  • Anti-wear: Mengurangi keausan dengan cara melapisi permukaan dengan oil film
  • Viscosities modifier: Meningkatkan viskositas pada suhu tinggi
  • Friction modifier: Meningkatkan unjuk kerja clutch dan rem
  • Rust & corrosion inhibitor: Bekerja dengan menetralisir asam dan membentuk lapisan oil film
  • Viscosity Index (VI) improvers: Mengontrol peningkatan viscositas
  • Oxidation inhibitor: Bekerja menghambat oksidasi dengan bersifat reaktif terhadap zat yang pro-oxidant (free radicals, hydroperoxides, etc)
  • Alkalinity agent – Menetralisir material asam yang terbentuk dari oli yang teroksidasi, atau dari kandungan
  • Antifoam – Digunakan untuk mengurangi buih pada oli.

aditif

Additives oli merupakan campuran kimia yang rumit dan secara spesifik dirancang untuk meningkatkan unjuk kerja oli. Umumnya instrumen yang terdapat di laboratorium oli dapat mendeteksi beberapa komponen yang menyusun campuran additives tersebut. Elemen yang bisa ditemukan pada additives adalah: Ca, Mg, Zn, P, Si, Mo, B, Ba.

Tipe Oli untuk Mesin Berbahan Bakar Gas

Belum terdapat standar industri yang menentukan minimum unjuk kerja pada oli gas engine. Caterpillar merekomendasikan oli gas engine berdasarkan pada hasil pengujian lapangan dan komposisi kimia. Oli yang dipakai harus secara khusus diformulasikan untuk bekerja pada engine alat berat yang menggunakan bahan bakar gas. Oli untuk motor gasoline dan diesel tidak dapat digunakan pada engine berbahan bakar gas. Contoh pengujian lapangan pada oli gas engine dapat dilihat di bawah ini:

  • Cat Engine G series
  • Lamanya pengujian 7000 jam
  • Sulfated ash 0.4% sampai 0.6%
  • Single grade oil
  • Mengawasi kemampuan pelumasan
  • Pada akhir pengujian komponen diperiksa keausannya dan diposit yang ada, Rekomendasi terakhir untuk pelumas pada gas engine dapat dilihat pada literature Caterpillar SEBU6400.

Cat NGEO dibuat untuk memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan oleh Cat gas engine. Serangkaian pengujian yang intensif telah dilakukan pada engine Cat series G3400, G3500 dan G3600. Cat NGEO tersedia untuk berbagai tingkatan unjuk kerja. Versi yang unjuk kerjanya lebih tingi mengijinkan masa penggantian oli yang lebih panjang.