Memahami Management Pengoperasian Alat Berat

Selanjutnya dengan asumsi bahwa unit yang dibeli sudah sampai ditempat kerja maka langkah selanjutnya adalah bagaimana melakukan menejemen pengoperasian yang baik. Ruang lingkup menejemen pengoperasian ini sebenarnya sebagian telah dipikirkan saat melakukan pemilihan alat berat. Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana merealisasikan rencana kerja tersebut dengan selalu melakukan penyesuaian-penyesuaian dengan perubahan yang terjadi. Perubahan tersebut misalnya adalah kondisi lingkungan kerja yang selalu dinamis dan berkembang, faktor keselamatan dan target produksi yang ingin dicapai untuk satu periode tertentu.

Dengan pemahaman mengenai faktor yang mempengaruhi besarnya potensi keuntungan yang akan didapat seperti yang sudah dijelaskan diatas maka faktor kesiapan alat akan menjadi hal yang sangat penting. Dari sini hendaknya mulai difahami juga bahwa tidak mungkin didapat tingkat kesiapan alat yang tinggi tanpa adanya proses perawatan yang baik terhadap alat berat yang dioperasikan. Ini berarti bahwa harus terjalin pengertian yang baik antara bagian produksi yang bertanggung jawab untuk masalah menejemen pengoperasian dengan bagian perawatan yang bertanggung jawab untuk merawat alat berat tersebut.

Dalam malakukan menejemen pengoperasian alat berat terdapat faktor-faktor yang selalu secara konsisten harus dipertimbangkan. Faktor-faktor tersebut adalah:

  • Kondisi kesiapan alat. Untuk dapat merealisasikan semua rencana berkenaan dengan pengoperasian alat berat maka faktor kondisi dari alat tersebut akan sangat berpengaruh. Unit yang kondisinya tidak siap 100% tentunya tidak mungkin akan dapat menghasilkan kinerja 100% juga. Karena itu setiap operator harus memiliki kemampuan untuk bisa selalu memonitor kondisi unit yang dikendarainya. Selain itu kemampuan para teknisi juga harus diperhatikan agar dapat mengembalikan kondisi unit ke kondisi terbaiknya apabila terjadi penurunan unjuk kerja.
  • Metoda kerja. Hendaknya selalu menyesuaikan dengan kondisi dinamis dari medan yang dihadapi.
  • Ketrampilan operator. Hal ini tidak bisa ditawar lagi tentunya. Ketrampilan operator sangat berpengaruh terhadap produktivitas yang dihasilkan.
  • Cycle time, waktu siklus yang dimaksud disini adalah waktu yang dibutuhkan oleh alat berat untuk melakukan serangkain proses pada saat bekerja. Waktu siklus antara lain dipengaruhi oleh: medan kerja, jarak yang harus ditempuh atau material kerja yang dihadapi. Perubahan waktu siklus juga akan sangat mempengaruhi komposisi dan jumlah alat yang bekerja di satu lokasi.
  • Komunikasi antar para operator dilapangan, para operator dengan pengawas dan bagian perawatan juga harus menjadi bahan pertimbangan. Tanpa komunikasi yang baik maka tidak akan didapat kerjasama kelompok yang baik. Dalam suatu armada alat berat maka hasil yang diperoleh selalu merupakan hasil kerja sebuah kelompok.
  • Setelah semuanya bisa didapat yang berikutnya tidak boleh dilewatkan adalah bagaimana mengontrol semua proses pengoperasian yang sedang terjadi di lapangan. Sistem kontrol yang baik akan bisa menjaga konsistensi hasil kerja dan kekompakan kerjasama tim.

Tujuan dari management pengoperasian adalah mengoptimalkan produktivitas tiap alat berat yang dioperasikan agar selalu dapat memenuhi target produksi dengan biaya yang seoptimal mungkin.

Sistem Pelumasan pada Alat Berat Hydraulic Excavator Caterpillar 320D

Timing gear memutarkan gear type oil pump (tanda panah). Oil pump selanjutnya mensirkulasikan oli ke seluruh bagian engine untuk menyediakan pendinginan, membersihkan, melindungi, melakukan sealing, dan melumasi. Perawatan yang benar pada lubrication system sangat penting untuk kelangsungan kerja engine.

oil filter 320D

Dari pompa oil selanjutnya oli mengalir menuju spin-on oil filter (tanda panah). Sama seperti air filter maka oil filter harus dirawat dengan baik. Oil filter yang tersumbat dapat menaikan tekanan di ruang antara pompa dan filter. Saat tekanan oli diantara pompa dan oil filter naik sampai mencapai batas tertentu yang telah ditentukan maka bypass valve yang terdapat didalam oil filter (bypass valve tidak berada di filter manifold) akan mengijinkan oli untuk mengalir tanpa melalui filter elemen untuk menuju komponen berikutnya. Apabila oli mem-bypass filter maka artinya oil pump mengirimkan oli yang tidak disaring ke engine component.

engine oil cooler 320D

Dari oil filter selanjutnya oli mengalir menuju oil cooler. Engine coolant menyediakan pendinginan yang diperlukan untuk mendinginkan oli pada oil cooler.

lubrication relief valve 320D

Apabila tekanan pada lubrication system mencapai 343 kPa (50 psi), relief valve (panah) akan terbuka dan mengalirkan kelebihan aliran oli tersebut kembali ke oil pan.

Valve ini berperan sebagai main relief valve untuk lubrication system, dan untuk melakukan penyetelan pada valve ini dipergunakan shim dengan ketebalan tertentu.

protective valve 320D

Apabila main relief valve pada lubrication system tidak berfungsi maka peningkatan tekanan operasi pada oli dapat merusak komponen. Untuk meminimalkan kemungkinan kerusakan komponen akibat main relief valve yang tidak berfungsi tersebut maka engine 3066 memiliki back up relief valve. Protective valve (panah) terletak didalam oil pan pada bagian bawah engine block. Protective valve membuka apabila tekanan oli dalam lubrication system meningkat sampai 981 ± 98 kPa (142 ± 14 psi).

engine oil pressure tap

Engine 3066 memiliki pressure tap (panah) yang dapat digunakan untuk mengukur tekanan oli engine. Pressure tap ini terdapat di samping engine bagian belakang. Tekanan oli normal untuk lubrication system berkisar antara 196 dan 392 kPa (28 and 57 psi) dengan engine berputar pada 1500 rpm.

engine oil pressure sensor 320D

Pressure sensor (panah) berfungsi untuk memonitor tekanan oli. Apabila tekanan oli tidak sesuai dengan spesifikasi, pressure sensor akan mengirimkan signal ke machine monitoring system agar memberikan peringatan kepada operator.

dipstick 320D

Dipstick (panah) berfungsi sebagai indikator untuk engine oil level.

oil fill port

Saat dipstick menunjukan bahwa level oli kurang maka tuangkan oli tambahan melalui oil fill port (panah) yang terdapat di bagian atas dari engine.

Governor Control System Operation pada Caterpillar 320D

Penjelasan kali ini akan memberikan informasi bagaimana governor bekerja ketika kecepatan engine mulai melebihi dari kecepatan yang ditentukan oleh throttle control lever. Saat engine mulai mengalami overspeed maka gaya sentrifugal pada flyweight akan menyebabkan flyweight mekar & membuka keluar, sifter, dan sleeve juga bergerak ke kanan sampai menyentuh dan menekan torque control spring. Setelah itu berikutnya yang terjadi adalah tension lever bergerak juga ke arah kanan dan menarik governor spring. Pada saat gaya dari spring dan gaya sentrifugal yang dimiliki flyweight mencapai kesetimbangan maka tension lever akan berhenti bergerak.

Pada saat yang bersamaan ketika flyweight, shifter, dan sleeve bersama-sama menggerakan tension lever maka komponen-komponen tersebut juga menggerakan floating lever ke arah kanan. Mekanisme lever menghubungkan floating lever ke control rack sehingga control rack juga bergerak ke kanan untuk mengurangi jumlah bahan bakar yang akan dipasok oleh fuel injection pump ke fuel injection nozzle. Control rack akan terus bergerak ke kanan sampai governor spring dan flyweight mencapai kesetimbangan. Jika kecepatan engine terus meningkat akibatnya adalah tension lever akan terus bergerak ke akan sampai menyentuh idling-sub spring yang akan membawa kecepatan putaran engine ke kondisi NO LOAD MAXIMUM SPEED.

Fungsi dari torque control spring adalah untuk membatasi jumlah asap hitam yang dihasilkan oleh engine saat mengalami akselerasi. Saat kecepatan engine rendah maka gaya dari torque control spring lebih besar dibandingkan gaya sentrifugal dari flyweight. Gaya dari spring akan menggerakan shifter dan sleeve kearah kiri sehingga guide dan floating lever pun terdorong kearah kiri dan menyebabkan control rack bergerak juga ke arah FUEL ON. Pada saat kecepatan engine meningkat, gaya sentrifugal dari flyweight akan menekan torque control spring. Shifter selanjutnya akan menyentuh dan mendorong tension lever untuk mengurangi fuel yang akan di injeksikan. Pada governor ini, mendorong fuel rack ke dalam akan mengurangi fuel dan menarik rack keluar akan menambah fuel.

CATATAN: Control lever dan shutoff lever pada illustrasi diatas bukanlah mekanisme sebetulnya yang terdapat pada engine 3066 di 320 Hex. Mekanisme control untuk throttle yang aktual bukanlah menggunakan lever melainkan pulley dan system kabel. Shutoff lever juga dioperasikan oleh solenoid.

320D engine controller 1

Semua input komponen elektronik untuk engine speed control akan menuju ke controller. Controller tersebut berada di sisi kiri machine di bagian belakang pintu akses bersebelahan dengan air filter canister.

320D engine controller 2

Skematik yang telah disederhanakan untuk machine control system seperti tampak pada gambar di atas menampilkan komponen input yang mengontrol governor motor. Input komponen itu adalah automatic engine speed control (AEC) dan power mode function di control panel; engine speed dial, implements/swing, travel, dan attachment pressure switch; one touch low idel switch pada implement control lever sebelah kanan, back up switch untuk throttle control dan position feedback sensor pada governor actuator motor.

Controller akan membandingkan input signal dari engine sped dial dengan input signal yang diterima dari position feedback sensor. Jika posisi dari dari feedback sensor dan engine spped dial tidak sama maka controller akan mengirimkan signal ke governor motor untuk menggerakan governor control lever ke posisi yang benar.

governor motor 320D

Governor actuator motor (didalam kotak besi) berada di sisi kiri dari machine di belakang pintu akses. Governor actuator motor menerima signal electronic dari controller.

feedback sensor 320D

Governor control cables dibungkus mengelilingi pulley yang terhubung ke position feedback sensor (panah) didalam governor actuator motor.

Signal electronic yang sampai ke governor actuator motor menyebabkan feedback sensor dan pulley berputar. Putaran dari pulley menggerakan cable yang akan menggerakan governor throttle control lever.

engine speed control dial

Engine speed control dial di dalam operator station adalah salah satu komponen input untuk mengontrol engine speed. Engine speed control dial memiliki sepuluh pilihan posisi. Masing-masing posisi merujuk pada suatu harga rpm yang spesifik. Posisi 1 adalah LOW IDLE dan posisi 10 adalah HIGH IDLE.

backup switch 320D

Rangkaian engine speed control memiliki backup switch (berlokasi di dalam operator station, dibawah cover di bagian belakang dari arm rest bagian kanan). Back up switch ini memungkinkan operator untuk mem by pass engine speed dial. Untuk mengoperasikan engine pada LOW IDLE posisikan manual/auto switch (1) ke posisi “MAN” dan tahan spring-centered speed toggle switch (2) ke gambar kura-kura sampai engine speed berhenti melambat. Untuk beroperasi pada HIGH IDLE, tahan speed switch (2) di posisi gambar kelinci sampai engine speed berhenti naik. Untuk mengoperasikan engine pada operasi kecepatan menengah, lepaskan speed toggle switch sebelum engine mencapai high atau low idle.

monitor panel 320D

Untuk bisa meningkatkan effesiensi konsumsi bahan bakar dan mengurangi noise level maka AEC akan mengurangi engine speed pada saat tidak ada beban. Level pertama beroperasi saat AEC switch (1) dalam kondisi OFF. Level pertama terjadi pada saat kurang lebih tiga detik setelah kebutuhan engine untuk menanggung beban hilang. Pressure switch untuk swing, travel, & attachment mengirimkan signal ke controller untuk memberitahu controller bahwa tidak ada beban yang diberikan ke engine. Saat tidak ada kebutuhan beban maka controller akan mengirimkan signal ke governor motor untuk menurunkan engine speed sebanyak 100 rpm.

Level AEC yang kedua terjadi ketika switch AEC dalam kondisi ON dan posisi engine speed dial berada di 5 atau lebih. Level kedua ini otomatis akan mengurangi engine speed menjadi sebesar 1300 rpm jika setelah 3 detik engine tidak menerima beban. Apabila ada pressure switch yang berubah menjadi ON (kondisi berbeban) maka engine speed akan kembali ke kecapatan yang sesuai dengan yang tertera di speed dial.

Power Mode selector switch (2) juga terletak di control panel. Level dari Power Mode menentukan maximum engine speed secara terpisah tidak tergantung dari posisi engine speed dial. Power Mode III mengijinkan rentang maksimum dari operasi throttle (posisi engine speed dial 1-10). Power Mode II mambatasi maximum engine speed sampai posisi 9 saja dan Power Mode I membatasi posisi maximum engine speed sampai posisi 7 saja tanpa tanpa menghiraukan posisi dari engine speed dial. Machine memiliki nilai default Power Mode II pada saat start-up.

automatic engine control 320D

Grafik di atas menunjukan rpm engine pada berbagai macam kondisi dari operasi implement dengan machine berada pada Power Mode III dan engine speed dial pada posisi 10. Lima detik pertama di grafik menunjukan rpm engine saat implement sedang dioperasikan. Pada saat tersebut engine berada dalam kondisi beban yang berubah-ubah karena itu akibatnya maka rpm engine juga berfluktuasi. Saat operator menghilangkan beban dari engine untuk sekejap rpm engine akan naik sampai HIGH IDLE. Jika AEC switch dalam posisi OFF, dalam waktu tiga detik setelah setelah engine speed mencapai high idle maka fungsi level pertama dari AEC akan menurunkan engine rpm sebanyak 100 rpm. Apabila switch AEC ada di posisi ON maka 3 detik setelah engine mencapai HIGH IDLE, level kedua AEC akan menurunkan rpm engine dari high idle ke 1300 rpm.

Selama operator tidak menggerakan implement atau travel motor maka engine speed tetap berada 100 rpm dibawah high idle rpm (AEC switch dalam posisi OFF) atau pada 1300 rpm (AEC switch dalam posisi ON).

Apabila operator memberikan beban pada engine maka controller akan mengembalikan engine speed ke engine speed dial setting atau ke maximum speed yang diperbolehkan oleh power mode level (tergantung mana yang paling rendah).

ppc 320D

Pada implever control lever sisi kanan terdapat one-touch low idle switch (tanda panah). Saat operator mengaktifkan one-touch low idle switch maka controller mengirimkan signal ke governor motor agar mengurangi engine speed menjadi 940 rpm. Saat operator menekan swich tersebut untuk yang kedua kalinya maka engine speed akan naik lagi ke level yang di set pada engine speed dial, power mode level atau AEC level (tergantung mana yang paling rendah). Jika operator mengaktifkan fungsi maka one-touch low idle control switch secara otomatis akan OFF dan engine speed akan kembali ke level operating normal.

PERHATIAN

Engine speed dial sebaiknya berada di posisi 1 sebelum engine dimatikan. Apabila operator mematikan machine dengan one-touch level idle switch dalam keadaan aktif (rpm engine sebesar 940 rpm) dan operator tidak mengembalikan speed dial ke posisi 1 sebelum menghidupkan engine kembali, maka saat engine hidup speed engine akan langsung berakselerasi ke kecepatan engine speed dial setting atau ke level power mode II – tegantung mana yang paling rendah. Controller tidak menyimpan di memory informasi mengenai one-touchlow idle swith yang masih dalam kondisi aktif pada saat engine dimatikan.

Fungsi Pilot Manifold pada Alat Berat beserta Klasifikasinya

Fungsi pilot manifold adalah tempat pembagian aliran pilot sesuai dengan sistemnya dan juga tempat solenoid-solenoid yang banyak dipakai pada Caterpillar 320D ini. Letak pilot manifold ini ada di bagian bawah dari pada control valve, sehingga kita harus membuka cover bagian bawah untuk melihat manifold valvenya.

Sirkuit pilot dapat diklasifikasikan sesuai dengan fungsinya yaitu:

  • Sistem power shift pressure
  • Sirkuit pilot control valve
  • Sirkuit straight travel valve
  • Swing parking brake
  • Boom priority
  • Swing priority
  • Automatic travel speed change.

Data Komponen Suspensi Depan Dump Truck Komatsu HD 785-7

Berikut ini adalah penjelasan mengenai komponen-komponen yang terdapat pada suspensi depan dump truck Komatsu seri HD 785-7 beserta dengan gambar tekniknya:

  1. Feed valve
  2. Cylinder
  3. Rod
  4. Valve (for bleeding air and mounting pressure sensor)
  5. Air bleeding valve
  6. Tube
  7. Air cylinder
  8. Valve assembly.

A: Port
B: Port

standar value front suspension hd 785-7

Structure and operation

cara kerja suspensi depan hd 785-7 1

Suspension cylinder bekerja sebagai peredam kejut (shock absorber) dan spring. Bagian dalam cylinder dibagi menjadi gas chamber A yang diisi dengan gas nitrogen dan oil chamber B yang diisi dengan oli. Oil chamber B dan oil chamber C dihubungkan dengan tube (6) dan valve body (8).

a. Nitrogen gas
Saat unit sedang travel, roda akan mengikuti ketidakrataan permukaan jalan dan beban yang terjadi dalam pergerakan naik turun akan diterima oleh suspension cylinder. Saat hal ini terjadi, volume nitrogen didalam gas chamber A akan berubah secara elastis sesuai beban yang diterima, untuk menyerap beban tersebut. Gas nitrogen terjebak di antara rod dan oli, sehingga akan selalu menjadi tumpuan yang menerima pressure sebagai penghubung terhadap beban dari luar, sehingga bekerja sebagai air spring.

cara kerja suspensi depan hd 785-7 2

b. Principle of generation of damping force
Didalam valve body (8) terdapat orifice plate (8a) and leaf springs (8b) and (8c), untuk menghambat flow oli diantara oil chamber B dan oil chamber C, sehingga menimbulkan gaya redam (damping force).

i. Action when retracting
Saat gas nitrogen ditekan oleh external force yang timbul dari permukaan, oli di dalam oil chamber B mengalir melalui valve (8) dan tube (6) menuju oil chamber C. Oli yang mengalir melalui valve dari arah Z menuju orifice plate (8a) akan diperkecil alirannya dengan 4 buah orifice untuk menimbulkan damping force.

ii. Action when extending
Saat external force yang timbul dari permukaan jalan berkurang, pressure gas nitrogen akan menggerakkan keluar rod (extend), dan oli dalam oil chamber C lewat melalui tube (6) and valve (8) dan mengalir menuju oil chamber B. Oli di dalam valve mengalir dari arah X dan lewat melalui 2 buah orifice dari orifice plate (8a) untuk menimbulkan damping force.

cara kerja suspensi depan hd 785-7 3

c. Variable shaft mechanism
Di dalam valve body, terdapat bypass circuit D pada sisi sebelum dan setelah orifice plate (8a), sehingga flow oli dibagi menjadi oli yang mengalir melalui orifice plate (8a) dan oli yang mengalir melalui bypass circuit D.

Oli yang mengalir melalui bypass circuit D lewat melalui shaft dengan 2 buah orifice disekelilingnya, dan mengalir menuju oil chamber C atau oil chamber B sesuai dengan saat retracting atau extending. Shaft dihubungkan dengan air cylinder yang bekerja berdasarkan signal dari retarder controller, dan ukuran orifices secara otomatis berubah untuk menyesuaikan dengan kondisi unit. Damping force dapat diatur pada tiga level (MEDIUM, HARD, SOFT) sesuai dengan ukuran orifice yang dilewati oleh oli.

cara kerja suspensi depan hd 785-7 4

Sistem Suspensi Alat Berat Dump Truck Komatsu HD 785-7

Gambar di atas merupakan gambar diagram sistem suspensi dump truck Komatsu HD 785-7. Adapun komponen-komponen yang melekat pada suspensi tersebut ditunjukkan oleh angka sebagai berikut:

  1. Front suspension cylinder
  2. Radius rod (Upper rod)
  3. Rear suspension cylinder
  4. Radius rod (Lower rod)
  5. Arm (A-frame).

Outline

  • Pengertian suspensi alat berat: Suspension system sebagai penyangga berat unit, dan penyerap kejutan yang timbul dari permukaan jalan yang tidak rata, serta untuk memberikan kenyamanan operasi bagi operator. Suspensi pada alat berat juga untuk mempertahankan kestabilan unit dengan memastikan bahwa keempat roda selalu menyentuh tanah. Sehingga memungkinkan unit dapat memperlihatkan semua kemampuannya, Misal saat akselerasi, mengerem, dan berbelok meskipun bergerak dengan kecepatan tinggi
  • Hydro pneumatic cylinders digunakan sebagai suspension cylinder untuk mengurangi kejutan
  • Cara kerja suspensi alat berat adalah: Pada hydro pneumatic cylinders, suspension cylinder diisi (sealed) dengan oli dan gas nitrogen. Yang bekerja sebagai peredam kejut (shock absorber) (spring & damper) dengan menyusutkan (contracting) dan memuaikan (expanding) gas nitrogen dan oli untuk meredam beban dari permukaan jalan. Sebagai opsional pada fungsi tersebut, front suspension dilengkapi dengan automatic suspension system
  • Pada sistem suspensi alat berat, kekuatan suspension secara otomatis dirubah dengan pemilihan dumping force untuk menyesuaikan dengan kondisi jalan dan beban. Sehingga meningkatkan kestabilan dan kenyamanan operasi.

Fungsi Suspensi pada Alat Berat

Jenis suspensi pada alat berat dump truck ada 2 macam, yaitu suspensi depan dan suspensi belakang. Keduanya memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda tetapi mirip.

fungsi suspensi 1

  1. Front suspension

Front suspension cylinder berfungsi sebagai peredam kejut (shock absorber) dan spring, yang dihubungkan dengan spherical bearings terhadap lower arm (A frame) dan mainframe. Roda bergerak naik dan turun sesuai dengan gerakan memanjang (retraction) dan memendek (extension) suspension cylinder untuk mempertahankan kesejajaran roda dan meningkatkan kestabilan unit.

fungsi suspensi 2

  1. Rear suspension

Differential housing menyangga frame dan dihubungkan dengan 2 buah radius rod pada bagian bawahnya dan 2 buah inverted-V-shaped rod pada bagian bawahnya serta 2 buah suspension cylinders. Sebagai penghubung kedua sisi ujung rod digunakan spherical bearings untuk menyalurkan beban dan tenaga penggerak melalui top dan bottom rod. Inverted-V–shaped rod pada bagian atas juga berfungsi untuk mempertahankan titik tengah (center) unit (axle): Pemasangan inverted-V-shaped link juga meningkatkan rolling steering characteristics.

Gambar Diagram Suspensi Belakang Dump Truck Komatsu HD785-7

Pada gambar di atas ditunjukkan gambar diagram suspensi belakang dump truck Komatsu HD785-7. Adapun nama dari komponen-komponen yang melekat di dalamnya ditunjukkan sesuai nomor sebagai berikut:

  1. Feed valve
  2. Cylinder
  3. Rod
  4. Valve (for bleeding air and mounting pressure sensor)
  5. Ball.

standar value rear suspension hd 785-7 1

standar value rear suspension hd 785-7 2

  1. Valve (for bleeding and mounting pressure sensor)
  2. Cavity
  3. Check ball
  4. Orifice
  5. Orifice
  6. Oil chamber
  7. Nitrogen gas chamber
  8. Cylinder rod
  9. Cylinder
  10. Feed valve.

a: When extending
b: When retracting

Structure and operation
Suspension cylinder berfungsi sebagai peredam-kejut (shock absorber). Saat oli yang jumlahnya tetap mengalir dari oil chamber (6) melalui orifice (4) and (5) menuju cavity (2), maka oli akan dihambat alirannya oleh orifice untuk menimbulkan shock-absorbing effect.

a) Retracting action
Saat unit sedang travel dan menabrak gundukan atau menginjak sesuatu diatas permukaan jalan, roda akan tertekan ke atas dan cylinder rod akan tertekan masuk ke dalam cylinder. Saat hal ini terjadi, gas nitrogen di dalam chamber (7) akan tertekan, oli dalam chamber (6) kemudian dialirkan melalui kedua orifice (4) dan (5) menuju cavity (2), dan cavity (2) akan terisi lebih cepat dari pada saat extending.

b) Extending action
Saat unit telah melewati gundukan atau sesuatu di atas permukaan jalan, cylinder rod akan tertarik ke atas (keluar) karena berat roda dan axle serta pressure gas nitrogen di dalam chamber (7). Akibatnya, jumlah oli dalam cavity (2) akan berkurang, dan pressure akan terjadi pada oli yang tersisa dalam cavity (2). Pressure oli akan menutup orifice (4) dengan check ball (3), dan oli dialirkan menuju chamber (6) hanya melalui orifice (5), sehingga flow oli yang lewat melalui orifice diatur sehingga lebih sedikit dari pada saat retraction. Dengan demikian, jumlah oli yang kembali menuju chamber (6) akan dihambat untuk menimbulkan shock absorbing effect.

Diagram Accumulator Charging Valve pada Dump Truck HD 785-7

Accumulator charging valve memiliki berbagai komponen di dalamnya. Masing-masing komponen mempunyai fungsi tersendiri ketika mesin sedang beroperasi. Berikut ini keterangan pada diagram accumulator charging valve di atas yang menjelaskan nama dan letak masing-masing komponen di dalamnya:

ACC: To accumulator

P: From hydraulic pump

PP: From accumulator (accumulator pressure)

T: To brake system tank

H1: Relief valve

R1: Relief valve

R3: Main relief valve.

Specification
Cut in pressure: 11,8 MPa {120 kg/cm2}
Cut out pressure: 20,6 MPa {210 kg/cm2}.

Fungsi

  • Accumulator charging valve bekerja untuk mempertahankan pressure oli dari pump pada specified pressure dan menyimpannya dalam accumulator
  • Saat mencapai specified pressure, oli dari pump dihubungkan dengan circuit drain untuk mengurangi load pump

accumulator charge valve 2

  1. Main relief valve (R3)
  2. Valve body
  3. Relief valve (R1)
  4. Relief valve (H1)
  5. Filter
  6. Filter.

Accumulator charging valve
Operation
When no oil is being supplied to accumulator (cut-out condition)

accumulator charge valve 3

  • Pressure pada port B lebih tinggi dari set pressure relief valve (R1), maka piston (8) akan dipaksa ditekan ke atas oleh pressure oli pada port B. Poppet (6) menjadi terbuka, port C dan port T menjadi berhubungan.
  • Karena spring chamber pada sisi kanan spool (15) dihubungkan dengan port C relief valve (R1), maka pressurenya akan turun menjadi brake oil tank pressure. Oli dari pump masuk port (P), mendorong spool (15) ke kanan dengan besar pressure yang hampir sama dengan installing load of spring (14).
  • Oli juga lewat melalui orifice (17), (18) dan (16), dan mengalir kembali ke brake oil tank.

When oil supplied to accumulator

1) Cut-in condition

accumulator charge valve 4

  • Saat pressure pada port B lebih rendah dari set pressure relief valve (Rl), maka piston (8) tertekan balik ke bawah oleh spring (5)
  • Valve seat (7) dan poppet (6) menjadi menutup rapat, port C dan port T tidak berhubungan. Spring chamber pada sisi kanan spool (15) juga tidak berhubungan dengan port T, Sehingga pressure akan naik, demikian juga pressure pada port P
  • Saat pressure pada port P naik diatas pressure pada port B (accumulator pressure), proses pengisian oli ke dalam accumulator segera dimulai. Kondisi ini ditentukan oleh besarnya diameter orifice (17) dan perbedaan pressure (hampir sama dengan load spring (14)) yang terjadi pada kedua sisi orifice. Sehingga sejumlah oli yang sama akan disupplaikan tanpa dipengaruhi oleh engine speed.

2) When cut-out pressure is reached

accumulator charge valve 5

  • Saat pressure pada port B (accumulator pressure) mencapai set pressure relief valve (R1), poppet (6) bergerak keatas meninggalkan valve seat (7), sehingga flow oli dihubungkan dengan port drain T dan circuit dibebaskan
  • Saat circuit dibebaskan, terjadi perbedaan pressure antara di atas a dan di bawah piston (8), sehingga piston (8) bergerak keatas, poppet (6) dipertahankan terbuka, port C dan port T tetap berhubungan
  • Spring chamber pada sisi kanan spool (15) juga dihubungkan dengan port C pada relief valve (R1), sehingga pressurenya menjadi turun sama dengan brake oil tank pressure
  • Pressure pada port P turun dengan cara yang sama, sampai pressurenya menjadi sebanding dengan installing load of spring (14), sehingga supply menuju port B akan berhenti.

Main relief valve (R3)

accumulator charge valve 6

Jika pressure pada port P (pump pressure) naik di atas set pressure relief valve (R3), oli dari pump mampu menekan spring (3). Ball (11) terdorong terbuka ke atas dan oli dari pump dibebaskan menuju brake oil tank circuit, dengan demikian akan membatasi maximum pressure dalam brake circuit dan melindungi circuit dari keabnormalan high pressure.

Pengenalan Prinsip Kerja Komponen Rotary Drill MD6290

Menaikkan dan Menurunkan Jack
Bila menurunkan jack (meratakan posisi mesin): Pertama ratakan posisi mesin dari sisi ke sisinya kemudian dari depan ke belakang. Selalu gunakan kontrol jack depan terakhir untuk memastikan beban terbagi secara merata diantara kedua jack depan. Lakukan sebaliknya untuk menaikkan jack. Ingat jack depan selalu yang terakhir.

mast

Menaikkan & Menurunkan Mast
Bahaya: Perhatikan sebelum menaikkan/menurunkan mast. Bekerja di dekat, atau bersinggungan dengan kabel listrik akan menyebabkan kecelakaan yang parah bahkan kematian. Pastikan semua orang jauh dari mesin.

PERINGATAN Selalu meratakan posisi mesin sebelum menaikkan/menurunkan mast dan sebelum mengebor.

Pastikan secara visual bahwa pin pengunci mast sepenuhnya terpasang di dalam lubang braket pengunci mast sebelum mengebor. Juga pastikan pin terlepas sepenuhnya sebelum menurunkan mast.

silinder pengunci

Menaikkan dan Menurunkan Mast
Menaikkan Mast:

  1. Periksa orang di sekitar atau di dalam mesin dan periksalah apakah mast bebas dari kabel listrik
  2. Pastikan bahwa mesin di jack secara
  3. Periksa mast apabila ada alat atau komponen bor yang kendor tertinggal di atas
  4. Pastikan bahwa mata bor akan bebas dari area deck. Pemeriksaan visual terhadap posisi hotary head dan lampu peringatan “Pipa di dalam Lubang” harus dilaksanakan
  5. Naikkan mast dengan menghubungkan tuas mast pada posisi mast harus mulai terangkat jika tidak, periksa tekanan sistem hidrolik untuk mengetahui aux pump telah hidup dan ada tekanan yang cukup. Max = 2800 PSI
  6. Pada saat mast mendekati posisi vertikal, kecepatan mast cenderung akan meningkat, sehingga perlu menurunkan kecepatannya untuk mencegah mast membentur dasar mesin terlalu.

MENAIKKAN MAST

PERHATIAN: Mast harus didudukkan sampai pada dasar mesin selambat dan selembut mungkin. Kerusakan mekanisme yang parah pada mast dan rangka penopang dapat terjadi jika hal ini tidak dilakukan. Sudut mast dapat diatur dari 70 derajat sampai vertikal tergantung permintaan pengeboran. Apabila sudut mast telah diatur sesuai kebutuhan, kuncilah mast pada posisinya dengan cara menggerakkan sakelar pengunci mast.

PERHATIAN: Mast harus tidak bergerak sebelum pin pengunci mast terlepas. Kerusakan yang serius pada mast dan rangka penopang mast akan terjadi jika mast terkunci kemudian direbahkan.

Menurunkan Mast:

    1. Periksa bahwa busur ayun kepala mast berada pada posisi yang tidak bersinggungan dengan struktur lain atau kabel
    2. Periksa keamanan peralatan pada mast, pindahkan semua alat dari mast dan deck kerja dan simpan semua peralatan pada deck, dan periksa apakah sudah aman atau belum
    3. Pastikan mata bor akan membebaskan area deck kerja dengan memastikan bahwa tanda peringatan “pipa di dalam lubang” tidak ada
    4. Ayun kunci HOBO ke tengah mast setelah memastikan rahang (jaws) dalam keadaan
    5. Putar (Pengisi pipa jenis korsel) pemuat pipa bor pada posisi penimbunan dan ayun pengisi ke arah bagian tengah mast untuk memastikan bahwa anda tidak mendorong dengan keras pengisi pipa ke drill. Pengisi pipa bor berada pada posisi “penyimpanan” pada saat korsel berputar, kunci pada posisi tengah “non-pipe-loading” untuk memastikan pipa-pipa berada dalam keadaan aman sehingga pipa-pipa tsb. tidak mungkin meluncur balik dan jatuh dari korsel
    6. Lepaskan kunci dan turunkan mast dengan tuas mast yang mengendalikan kecepatan, supaya mast dapat duduk pada penyangganya dengan perlahan.

PERHATIAN: Pastikan rotary head bebas dari carousel sebelum diswing ke dalam.

Komponen-Komponen pada Final Drive Dump Truck Caterpillar 777D

1. Final drive magnetic inspection plug
Rear axle dilengkapi dengan planetary-type final drive. Putar final drive sampai posisi cover dan plug seperti pada gambar. Level oli final drive diperiksa dan diisi dengan cara membuka magnetic plug (1). Oli harus selevel dengan bagian bawah dari lubang plug. Isi rear axle housing dengan oil sebelum mengisi oli final drive. Perlu waktu agar oli dapat mengalir ke seluruh bagian final drive. Kurang lebih selama 20 menit dengan oli dingin.

2. Drain plug
Oli dapat didrain dengan cara membuka drain plug (2).

  • Periksa magnetic plug dari logam
  • Periksa secara mingguan

Magnetic plug seharusnya dibuka dan diperiksa secara mingguan dari partikel logam. Pada beberapa kondisi, pemeriksaan magnetic plug adalah satu-satunya cara untuk mengidentifikasi problem yang kemungkinan terjadi.

  • Gunakan hanya oli TDTO

Gunakan hanya Transmission Drive Train Oil (TDTO) dengan spesifikasi TO-4 atau yang terbaru. TDTO TO-4 oil menyediakan:

  • Kemampuan menahan gesekan secara maksimum untuk gear
  • Meningkatkan kemampuan pelumasan pada bearing

Jika terjadi kerusakan, lakukan flushing semua bagian axle setelah melakukan perbaikan.

PERHATIAN:
Rear axle mengunakan oli yang sama untuk differential dan kedua final drive. Jika final drive atau differentian mengalami kerusakan, komponen final drive yang lain juga harus diperiksa dari kontaminasi dan harus diflushing. Jika ada bagian yang tidak terflushing setelah terjadi kerusakan kemungkinan kerusakan yang sama akan terulang lagi dalam waktu yang singkat.